Risiko investasi makin tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS

Foto yang diabadikan pada 17 November 2025 ini menunjukkan Menara Tokyo dan pemandangan kota di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Jia Haocheng)
Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS telah membuat lingkungan bisnis sulit diprediksi, sehingga meningkatkan risiko bagi keputusan-keputusan investasi perusahaan.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Para pemimpin bisnis Jepang menyuarakan kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa ketidakpastian seputar kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) akan meningkatkan risiko investasi, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 15 persen untuk barang-barang dari semua negara dan kawasan.
Yoshinobu Tsutsui, ketua Federasi Bisnis Jepang, pada Selasa (24/2) mengatakan ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS telah membuat lingkungan bisnis sulit diprediksi, sehingga meningkatkan risiko bagi keputusan-keputusan investasi perusahaan.
Pada Selasa yang sama, Akio Yamaguchi, direktur perwakilan Asosiasi Eksekutif Perusahaan Jepang, mengatakan kepada Kyodo News bahwa kalangan perusahaan "tidak punya pilihan selain menunggu dan melihat perkembangan." Dia menekankan perlunya perusahaan-perusahaan memperkuat kesadaran risiko dan mempertimbangkan diversifikasi rantai pasokan guna mengurangi potensi gangguan.
Sejumlah outlet media Jepang melaporkan bahwa kebijakan tarif AS telah berubah secara drastis, dan para pemimpin perusahaan kesulitan untuk menanggapi perubahan yang cepat tersebut.
Mahkamah Agung AS pada Jumat (20/2) pekan lalu memutuskan bahwa kebijakan tarif menyeluruh yang diberlakukan Trump berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA) tidak konstitusional. Menanggapi putusan tersebut, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 15 persen untuk barang-barang impor dari semua negara, yang menambah ketidakpastian baru dalam perdagangan global.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China Daratan: Provokasi otoritas Taiwan jadi penyebab pembatalan kebijakan tarif nol
Indonesia
•
20 Sep 2024

Gandeng Neta, Evista luncurkan layanan taksi listrik di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II
Indonesia
•
05 Oct 2024

PM Slovakia sebut negaranya berpotensi tangguhkan bantuan ke Ukraina di tengah sengketa transit gas
Indonesia
•
11 Jan 2025

Bioteknologi ubah limbah jadi pakan ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Dec 2022
Berita Terbaru

Donasi masjid dengan QRIS belum populer, peneliti BRIN temukan kesenjangan literasi digital di kalangan jamaah
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tak lagi butuh manusia, perusahaan ‘software’ Australia WiseTech Global PHK 2.000 pekerja
Indonesia
•
25 Feb 2026

AS dapat 80 juta barel minyak dari Venezuela
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tarif Trump berdampak pada rakyat AS sendiri, ekonom desak bantuan sosial
Indonesia
•
24 Feb 2026
