Lukisan batu kuno ditemukan di China barat laut

Foto yang diabadikan pada 13 Maret 2025 ini menunjukkan ilustrasi yang ada pada lukisan batu kuno yang ditemukan di sisi bukit di tepi timur Sungai Kuning, sekitar 2 kilometer sebelah tenggara Desa Yuwanquan di Distrik Pingchuan, Kota Baiyin, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Tim survei peninggalan budaya Pingchuan)
Lukisan batu yang ditemukan di Provinsi Gansu, China barat laut, sebagian besar terletak di pegunungan atau lembah sungai terpencil, sehingga karakteristik primitifnya tetap terjaga.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dua lukisan batu yang dibuat sekitar 3.000 hingga 4.000 tahun silam ditemukan di Provinsi Gansu, China barat laut, demikian dikonfirmasi oleh otoritas setempat.Lukisan-lukisan tersebut ditemukan di sisi sebuah bukit di tepi timur Sungai Kuning, sekitar 2 kilometer sebelah tenggara Desa Yuwanquan di Distrik Pingchuan, Kota Baiyin.Salah satu lukisan memiliki tinggi 2,4 meter dan lebar 3,9 meter dengan enam ilustrasi yang menampilkan domba bertanduk besar, rusa, dan seekor anjing pemburu yang gagah.Lukisan lainnya, yang ditemukan sekitar 5 meter jauhnya, memiliki tinggi 2,2 meter dan lebar 2,3 meter serta menampilkan lima gambar. Tiga dari gambar tersebut rusak akibat pelapukan, sementara dua lainnya masih utuh. Gambar yang berada di kanan bawah sangat mencolok, memperlihatkan seorang pria memegang cambuk untuk mengendalikan seekor domba berperut buncit. Para peneliti dari tim survei peninggalan budaya Pingchuan mengatakan kepada Xinhua bahwa ini pertama kalinya gambar domba berperut buncit ditemukan dalam lukisan batu di sana."Kami semua sangat senang melihat lukisan-lukisan ini," kata peneliti bernama Guo Mingchun. "Rasanya seperti menerima hadiah besar dari nenek moyang."
Para peneliti memeriksa ilustrasi yang ada pada lukisan batu kuno yang ditemukan di sisi bukit di tepi timur Sungai Kuning, sekitar 2 kilometer sebelah tenggara Desa Yuwanquan di Distrik Pingchuan, Kota Baiyin, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 13 Maret 2025. (Xinhua/Tim survei peninggalan budaya Pingchuan)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti identifikasi area otak yang berperan penting dalam respons observasional terhadap ancaman
Indonesia
•
14 Feb 2024

Sekelompok makam keluarga kuno ditemukan di Luxor, Mesir
Indonesia
•
27 Jan 2023

Tumbuhan langka dan terancam punah ditanam kembali di area Waduk Tiga Ngarai, China
Indonesia
•
14 Mar 2024

COVID-19 – Penelitian: Sel punca bisa untuk terapi infeksi virus
Indonesia
•
03 Feb 2022
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
