
Situs lukisan batu kuno ditemukan di China barat laut

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2024 ini menunjukkan sebuah lukisan batu di Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Institut Penelitian Sejarah dan Budaya Yushu)
Gaya hidup nomaden di padang rumput tergambar di lukisan batu yang ditemukan di cekungan Sungai Tongtian di area hulu Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut.
Xining, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah situs lukisan batu kuno ditemukan di cekungan Sungai Tongtian di area hulu Sungai Yangtze di Provinsi Qinghai, China barat laut, demikian disampaikan otoritas setempat.Situs ini terletak di sebuah tebing pada ketinggian 4.094 meter di wilayah Chumarle, Prefektur Otonom Etnis Tibet Yushu. Lukisan batu di situs ini menampilkan gaya hidup nomaden di padang rumput di China utara, menurut Jamyang Nyima, Kepala Institut Penelitian Sejarah dan Budaya Yushu.Penemuan baru itu dapat memberikan bukti penting untuk mempelajari kebudayaan di hulu Sungai Yangtze, kata Jamyang Nyima, seraya menambahkan bahwa umur situs tersebut belum diketahui.
Foto yang diabadikan pada 25 Maret 2024 ini menunjukkan bunga-bunga plum yang bermekaran di tepi Sungai Yangtze di Quchi, wilayah Wushan, Kota Chongqing, China barat daya. (Xinhua/Tang Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Varian Omicron sebabkan infeksi pernapasan parah pada anak-anak
Indonesia
•
19 Mar 2022

China berencana luncurkan dua satelit meteorologi pada 2023
Indonesia
•
22 Feb 2023

Pakaian antariksa baru untuk ‘extravehicular’ tingkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi astronaut
Indonesia
•
01 Nov 2025

Studi baru identifikasi area otak yang berkaitan dengan gagal napas usai kejang
Indonesia
•
05 Oct 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
