
Liz Truss PM baru Inggris, janji prioritaskan ekonomi, energi, dan layanan kesehatan

Perdana Menteri baru Inggris Liz Truss (kiri) dan suaminya melambaikan tangan ke kerumunan setelah menyampaikan pidato pertamanya kepada masyarakat di luar Downing Street No. 10 di London, Inggris, pada 6 September 2022. Truss mengatakan pada Selasa (6/9) bahwa dia akan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, mengatasi krisis energi dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan. (Xinhua/Li Ying)
Liz Truss mengampanyekan soal pemotongan pajak, deregulasi, dan pengutamaan pertumbuhan ekonomi, tetapi para ahli meragukan langkah-langkah itu akan cukup efektif, mengingat tingkat keparahan situasi di Inggris.
London, Inggris (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss yang baru saja dilantik pada Selasa (6/9) mengungkapkan bahwa dirinya akan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, mengatasi krisis energi, dan meningkatkan akses ke layanan kesehatan."Saya yakin bahwa bersama-sama kita dapat mengatasi badai. Kita dapat membangun kembali perekonomian kita," kata Truss dalam pidato perdananya sebagai perdana menteri di hadapan rakyat Inggris, di luar Downing Street No. 10.Sejak musim dingin 2021, inflasi Inggris terus mengalami peningkatan. Data resmi menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (Consumer Prices Index) Inggris naik 10,1 persen pada Juli, jauh di atas target 2 persen yang ditetapkan oleh bank sentral, Bank of England.Sebelumnya pada hari yang sama, Truss menemui Ratu Elizabeth II di Skotlandia untuk mengikuti upacara ‘mencium tangan’ bersamanya, dan menerima undangan sang ratu Inggris untuk membentuk pemerintahan."Saya akan membuat Inggris bekerja lagi. Saya memiliki rencana yang berani untuk menumbuhkan perekonomian melalui pemotongan dan reformasi pajak. Saya akan memotong pajak untuk mengapresiasi kerja keras serta mendongkrak pertumbuhan dan investasi yang didorong oleh kegiatan usaha," katanya.Langkah untuk menangani tagihan energi dan untuk mengamankan pasokan energi Inggris di masa mendatang akan segera diambil pekan ini, tambahnya.Truss mengampanyekan soal pemotongan pajak, deregulasi, dan pengutamaan pertumbuhan ekonomi, tetapi para ahli meragukan langkah-langkah itu akan cukup efektif, mengingat tingkat keparahan situasi di Inggris.
Sebuah alat pengukur energi pintar terlihat di sebuah rumah di Manchester, Inggris, pada 2 September 2022. (Xinhua/Jon Super)
Seorang wanita berjalan melewati Bank of England di London, Inggris, pada 13 April 2022. (Xinhua/Stephen Chung)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Saat Uganda berhasil tekan Ebola, ancaman baru bernama Marburg muncul
Indonesia
•
03 Jul 2026

Analisis – Perang berhenti sejenak, namun perdamaian Timur Tengah masih jauh
Indonesia
•
08 Apr 2026

Israel kembali menyerang beberapa pusat militer Iran pada 26 Oktober
Indonesia
•
27 Oct 2024

Respons rencana serangan Israel, Iran akan tanggapi dengan tegas setiap "pelanggaran"
Indonesia
•
23 May 2025


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
