Trump sebut operasi di Iran bisa berlangsung "4 pekan atau kurang"

Orang-orang memegang berbagai plakat dalam aksi protes menentang serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Li Ying)

Serangan militer AS terhadap Iran akan berlangsung selama empat pekan, atau kurang.

 

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Serangan militer terhadap Iran akan "berlangsung selama empat pekan, atau kurang," ungkap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah wawancara eksklusif via telepon dengan media Inggris, Daily Mail, seperti dilaporkan surat kabar tersebut pada Ahad (1/3).

Daily Mail mengatakan bahwa Trump "akhirnya angkat bicara" mengenai jatuhnya korban jiwa pertama dari pihak AS dalam konflik tersebut. Tiga tentara AS gugur saat bertugas dan lima lainnya terluka parah dalam operasi militer terhadap Iran, ungkap Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS pada Ahad.

Trump mengatakan kematian-kematian tersebut merupakan korban jiwa pertama dalam masa jabatan keduanya, urai laporan.

Terkait kemungkinan durasi perang, Trump mengisyaratkan pertempuran ini dapat berlanjut selama beberapa pekan. "Prosesnya selalu empat pekan. Kami memperkirakan akan memakan waktu kurang lebih empat pekan. Prosesnya selalu empat pekan, jadi mengingat kekuatannya, negara itu besar, akan memakan waktu empat pekan atau kurang," paparnya.

Trump menyebutkan kepada Daily Mail bahwa dirinya tidak terkejut dengan hasil dari serangan-serangan yang telah dilakukan sejauh ini.

Presiden AS tersebut juga menyampaikan bahwa pada Ahad dia telah berbicara dengan para pemimpin Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan "beberapa pemimpin negara lainnya."

AS dan Israel pada Sabtu (28/2) melancarkan ‘operasi perang besar-besaran’ terhadap Iran. Media pemerintah Iran pada Ahad mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait