
Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun

Jerami dan limbah kehutanan diturunkan dari truk pengangkut di sebuah pembangkit listrik di Distrik Nanqiao, Chuzhou, Provinsi Anhui, China timur, 17 Desember 2021. (Xinhua/Liu Junxi)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China mengembangkan sebuah teknologi terobosan untuk produksi bioarang skala besar yang efisien dari biomassa pertanian dan kehutanan, sebuah pencapaian yang secara resmi diakui oleh panel ahli.
Teknologi tersebut, yang dikembangkan oleh Institut Lingkungan di bawah naungan Pusat Ilmu Pengetahuan Nasional Komprehensif Hefei setelah lebih dari satu dekade penelitian, memungkinkan konversi biomassa menjadi bioarang bernilai tinggi melalui proses kering katalisis satu tahap, lapor Science and Technology Daily pada Rabu (8/7).
Terobosan ini menandai langkah besar dalam transformasi limbah pertanian menjadi sumber daya yang bernilai, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan industri.
"China merupakan negara agraris besar dengan sumber daya biomassa yang melimpah. Tujuan kami adalah meningkatkan sumber daya tersebut menjadi aplikasi bernilai tinggi yang dapat menggantikan bahan bakar fosil sekaligus mendukung target puncak emisi karbon dan netralitas karbon nasional," kata Xing Xianjun, pemimpin proyek sekaligus wakil direktur institut yang berbasis di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur, tersebut.
Teknologi yang baru dikembangkan tersebut mengatasi berbagai kendala utama yang selama ini membayangi produksi bioarang tradisional, seperti hasil yang rendah, kualitas yang buruk, konsumsi energi yang tinggi, dan pencemaran lingkungan.
Menurut Xing, satu unit karbonisasi bertekanan tinggi kini mampu memproduksi lebih dari 50.000 ton bioarang per tahun. Teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah kota, menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan, imbuhnya.
Bioarang, material kaya karbon yang dihasilkan dengan memanaskan biomassa dalam lingkungan berkadar oksigen terbatas, memiliki beragam aplikasi dengan nilai ekonomi yang signifikan.
Di sektor pertanian, bioarang dapat diaplikasikan ke tanah untuk meningkatkan hasil panen dengan memperbaiki retensi nutrien dan struktur tanah.
Tim peneliti ini juga mengembangkan material fungsional berbasis bioarang untuk berbagai aplikasi, termasuk penyimpanan energi, adsorpsi lingkungan, dan katalisis.
Sebuah proyek produksi bahan bakar aviasi ramah lingkungan berbasis bioarang sedang berkembang pesat di Kota Bozhou di Provinsi Anhui, ungkap Xing.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mikroskop nirkabel 1 gram mampu rekam 8.500 ‘neuron’ sekaligus
Indonesia
•
21 Oct 2026

Spesies ikan baru ditemukan di China selatan
Indonesia
•
01 Oct 2024

China setujui vaksin HPV 9-Valen pertama yang diproduksi di dalam negeri
Indonesia
•
31 May 2025

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
