
Studi: Kehamilan picu sel imun yang dapat lindungi tubuh dari kanker payudara

Ilustrasi. (Logan Gutierrez on Unsplash)
Masa kehamilan memicu masuknya sel-sel T ‘pembunuh’ – sejenis sel imun yang membantu mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal, termasuk sel kanker – ke dalam jaringan payudara.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia berhasil mengidentifikasi sel-sel imun yang direkrut selama masa kehamilan dan diduga berperan dalam melindungi tubuh dari kanker payudara. Temuan ini membuka peluang terkait intervensi preventif baru bagi wanita yang belum memiliki anak.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Immunology, tim ilmuwan menemukan bahwa masa kehamilan memicu masuknya sel-sel T “pembunuh” – sejenis sel imun yang membantu mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal, termasuk sel kanker – ke dalam jaringan payudara, demikian pernyataan dari Pusat Kanker Peter MacCallum (Peter Mac) Australia yang dirilis pada Senin (6/7).
Studi itu menunjukkan bahwa perlindungan alami terhadap kanker payudara kelak dapat diinduksi tanpa kehamilan, sehingga dapat membantu para wanita yang tidak bisa atau memilih untuk tidak hamil.
Tingkat sel T “pembunuh" yang lebih tinggi berkaitan dengan hasil kesehatan yang lebih baik pada wanita, yang membantu mendeteksi dan menghancurkan sel-sel kanker, ujar salah satu peneliti kepala dalam studi tersebut, Associate Professor Kara Britt dari Peter Mac.
"Kami menemukan bahwa sel T memori yang menetap di jaringan direkrut selama masa kehamilan, tetapi mampu bertahan dalam jangka waktu lama dan berpotensi menetap di jaringan payudara untuk berpatroli menghancurkan sel-sel abnormal selama bertahun-tahun," papar Britt.
Tim peneliti itu memeriksa jaringan payudara hingga satu dekade setelah masa kehamilan dan mengonfirmasi keberadaan sel-sel imun tersebut secara jangka panjang.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa sel T yang menetap di jaringan tersebut bergantung pada sel-sel penghasil ASI di payudara untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhannya, serta tertanam di saluran kelenjar susu," ujar salah satu pemimpin studi tersebut, Associate Professor Ajithkumar Vasanthakumar dari Peter Mac.
Dengan menggunakan model-model eksperimental, tim peneliti menginduksi perlindungan imun serupa terhadap kanker payudara melalui terapi hormon, tanpa harus menjalani proses kehamilan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Elon Musk luncurkan perusahaan rintisan AI
Indonesia
•
13 Jul 2023

Perusahaan China luncurkan ‘bogie’ untuk kereta peluru berkecepatan 400 km/jam
Indonesia
•
19 Jul 2024

Thailand kenalkan 5G komersial pertama di ASEAN
Indonesia
•
20 Aug 2020

Malaysia luncurkan strategi semikonduktor nasional
Indonesia
•
30 May 2024


Berita Terbaru

Setelah bertahun-tahun menyusut, massa es Antarktika mendadak bertambah 695 miliar ton, apa yang sebenarnya terjadi?
Indonesia
•
23 Aug 2026

Cahaya langsung jadi token: Terobosan cip ini bikin AI lebih cepat dan hemat energi
Indonesia
•
23 Aug 2026

Kanker payudara paling agresif punya titik lemah? Ilmuwan temukan petunjuknya
Indonesia
•
23 Aug 2026

Tesla pakai AI China Doubao, bisa diajak ‘ngobrol’ dan ‘nyanyi’
Indonesia
•
20 Aug 2026
