
Feature – Tanpa AC raksasa, teknologi kabut air di China mampu turunkan suhu lingkungan

Sistem penyemprotan kabut di atap gedung digunakan untuk mendinginkan lingkungan sekitar di Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, China utara, pada 7 Juli 2026. (Xinhua/Yan Xin)
Taiyuan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah video yang menunjukkan sebuah komunitas perumahan di Provinsi Shanxi, China utara, menggunakan sistem misting (penyemprotan kabut air) dari atap untuk mendinginkan lingkungan sekitar baru-baru ini menjadi viral di beberapa platform media sosial di dalam dan luar China, menyoroti pendekatan inovatif China dalam mengatasi panas ekstrem di musim panas.
Video tersebut, yang direkam di Kota Yuncheng, telah ditonton hampir 10 juta kali setelah dibagikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China di platform media sosial internasional. Video itu juga telah diberitakan oleh sejumlah outlet media internasional, dengan beberapa di antaranya menggambarkan praktik tersebut sebagai contoh "kearifan China" dalam mengatasi suhu tinggi.
Dalam video tersebut, kabut air halus disemprotkan secara bersamaan dari atap sejumlah gedung apartemen di komunitas perumahan tersebut, menciptakan pemandangan yang menyerupai air mancur raksasa. Kabut yang turun menyelimuti lingkungan sekitar dengan kabut tipis sekaligus memberikan kelegaan dari teriknya sinar matahari musim panas.
Menurut pengembang properti tersebut, sistem misting bertekanan tinggi itu mulai beroperasi pada Agustus 2024.
Lebih dari 200 nosel bertekanan tinggi dipasang di atap setiap gedung hunian. Dengan memanfaatkan prinsip pendinginan melalui evaporasi, sistem ini dengan cepat menyerap panas dari lingkungan sekitar.
Beroperasi secara rutin mulai Juni setiap tahun, sistem itu beroperasi selama sekitar 10 menit per sesi, menurunkan suhu udara sekitar 5 hingga 8 derajat Celsius dan menurunkan suhu permukaan hingga 12 derajat Celsius.
Sistem tersebut biasanya diaktifkan sekitar pukul 16.00 pada akhir pekan, dengan penyemprotan tambahan yang diatur selama periode panas ekstrem.
Bahkan sebelum kabut air mulai disemprotkan, banyak warga membawa anak-anak mereka ke bawah untuk menunggu.
"Musim panas di Yuncheng sangat panas. Sistem hujan buatan ini telah membuat lingkungan ini jauh lebih sejuk dan memungkinkan kami untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan bersama anak-anak kami," kata seorang warga bernama Cao Ting.
Saat kabut air turun, kabut itu tidak hanya menghalangi sebagian sinar matahari langsung tetapi juga dengan cepat mendinginkan lingkungan. Anak-anak sering terlihat bermain dengan gembira di bawah payung di tengah semprotan yang menyegarkan.
Staf manajemen properti mengatakan sistem pendingin ini disediakan sebagai bagian dari layanan manajemen properti standar komunitas tanpa biaya tambahan bagi warga.
Dengan menggunakan air keran, kabut halus yang dihasilkan menguap dengan cepat sekaligus mengurangi debu di udara dan sebagian mengairi lanskap komunitas, sehingga mencapai berbagai fungsi dengan sumber daya air yang sama.
Sistem penyemprotan kabut dari atap hanyalah salah satu contoh dari upaya China yang semakin beragam untuk melindungi penduduk dari panas ekstrem.
Di seluruh China, pemerintah daerah telah memperkenalkan berbagai langkah penanggulangan panas yang disesuaikan.
Di Turpan, yang berlokasi di Xinjiang, China barat laut, di mana suhu luar ruangan telah melebihi 45 derajat Celsius, stasiun pendingin khusus telah didirikan untuk pekerja pengiriman, pekerja sanitasi, dan pekerja luar ruangan lainnya. Fasilitas tersebut menyediakan air minum, stasiun pengisian daya, obat pencegahan sengatan panas, kursi santai, dan area membaca.
Di Yangquan, Provinsi Shanxi, lebih dari 200 ‘stasiun pendingin’ umum telah didirikan di seluruh kota, menawarkan ruang ber-AC gratis, minuman dingin, makanan siap saji, dan perlengkapan medis untuk penduduk dan pekerja luar ruangan.
Di Xuchang, Provinsi Henan, China tengah, beberapa perusahaan telah melengkapi para pekerja luar ruangan dengan rompi pendingin dan peralatan pelindung panas lainnya. Pekerja yang merasa tidak enak badan saat suhu tinggi diperbolehkan beristirahat di ruangan ber-AC.
China juga telah membentuk sistem respons suhu panas yang komprehensif, mencakup pasokan listrik, perlindungan tenaga kerja, layanan pendingin publik, dan peringatan kesehatan.
Menurut regulasi China terkait pencegahan sengatan panas (heatstroke) dan langkah-langkah pendinginan, pekerjaan luar ruangan wajib ditangguhkan saat suhu maksimum harian melampaui 40 derajat Celsius. Ketika suhu tercatat di kisaran 37 dan 40 derajat Celsius, pekerjaan luar ruangan dibatasi tak lebih dari enam jam per hari, disertai dengan tidak ada pekerjaan luar ruangan yang diizinkan selama periode tiga jam terpanas.
Saat suhu tercatat di kisaran 35 dan 37 derajat Celsius, perusahaan diwajibkan untuk mengadopsi rotasi shift, mengurangi jam kerja secara terus-menerus, dan meniadakan jam lembur bagi pekerja di luar ruangan. Tunjangan suhu tinggi juga harus diberikan kepada pegawai yang memenuhi syarat.
Federasi Serikat Pekerja Seluruh China (All-China Federation of Trade Unions) baru-baru ini meluncurkan kampanye ‘Summer Cooling’ tahunannya, yang menyerukan kepada pihak pemberi kerja di seluruh negara tersebut agar memenuhi tanggung jawab mereka dalam memberikan perlindungan terhadap cuaca panas melalui peningkatan kondisi kerja, penyusunan jadwal kerja yang wajar, penyaluran pasokan alat pelindung dan tunjangan cuaca panas, serta penyediaan pelatihan kesehatan kerja terkait pencegahan sengatan panas dan pertolongan pertama.
Ketersediaan pasokan listrik yang andal juga menjadi pilar utama dalam strategi China untuk merespons cuaca panas saat musim panas.
Menurut Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration) China, pasokan dan permintaan listrik diperkirakan akan tetap seimbang secara umum selama periode puncak konsumsi musim panas tahun ini.
Hingga 30 Juni, seluruh 168 proyek utama pasokan listrik musim panas yang digarap oleh State Grid Corporation of China telah rampung dan dioperasikan sesuai jadwal, menambah kapasitas transformator hingga 39,7 juta kilovolt-ampere (kVA).
China Southern Power Grid juga telah mempercepat pembangunan 95 proyek utama musim panas, dengan sejumlah proyek di antaranya telah memasuki fase operasional.
Dari ‘hujan buatan’ di atap kawasan permukiman hingga stasiun pendingin publik dan pasokan minuman dan perlengkapan pendingin gratis di jalanan kota, dari penguatan regulasi perlindungan tenaga kerja hingga perluasan infrastruktur listrik, China mengadopsi langkah-langkah yang semakin terperinci dan beragam untuk membantu warga dan pekerja menghadapi peningkatan suhu pada musim panas.
Sebagaimana diamati oleh outlet media internasional, inisiatif-inisiatif yang terlihat sederhana itu mencerminkan apa yang mereka sebut sebagai ‘kearifan China’ dalam merespons suhu panas ekstrem.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Album Asia – Menikmati pertunjukan aerobatik di hari pertama Aero India 2023
Indonesia
•
14 Feb 2023

Rusia kembangkan sistem navigasi bulan dengan 24 satelit
Indonesia
•
03 Sep 2020

Ilmuwan temukan gletser paling tebal di Dataran Tinggi Qinghai-Xizang
Indonesia
•
30 Sep 2024

Stasiun Luar Angkasa Internasional akan tetap beroperasi hingga 2030
Indonesia
•
29 Jul 2025


Berita Terbaru

Limbah pertanian ‘disulap’ jadi bioarang, teknologi China ini capai produksi 50.000 ton per tahun
Indonesia
•
09 Jul 2026

Singapura ciptakan AI medis generasi baru, atasi tekanan akibat penuaan populasi dan penyakit kronis
Indonesia
•
09 Jul 2026

Studi: Kehamilan picu sel imun yang dapat lindungi tubuh dari kanker payudara
Indonesia
•
07 Jul 2026

Batuan purba ungkap peran air dalam membentuk Bumi 3,1 miliar tahun lalu
Indonesia
•
08 Jul 2026
