
Lebih dari 900 kasus suspek teridentifikasi dalam penanganan Ebola di RD Kongo

Seorang tenaga kesehatan melakukan disinfeksi di pusat perawatan Ebola di zona kesehatan Bulape, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 17 Oktober 2025. (Xinhua/Organisasi Kesehatan Dunia)
Penyakit Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di RD Kongo dan Uganda telah ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Ahad (24/5) mengatakan bahwa lebih dari 900 kasus suspek Ebola telah diidentifikasi sejauh ini, termasuk 101 kasus terkonfirmasi, di Republik Demokratik (RD) Kongo, seiring negara itu memperkuat pengawasan dalam penanganan wabah Ebola.
Di Provinsi Ituri, yang menjadi pusat penyebaran wabah tersebut, hampir 5 juta orang hidup di tengah konflik yang masih berlangsung, dengan satu dari empat orang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan satu dari lima orang menjadi pengungsi di dalam negeri, kata Tedros dalam sebuah unggahan di X.
"Kekerasan tersebut memaksa orang-orang untuk melarikan diri, termasuk tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan. Hal ini sangat menghambat upaya untuk meningkatkan pelacakan kontak Ebola dan mengidentifikasi infeksi cukup dini agar perawatan suportif dapat diberikan," imbuhnya, seraya mencatat bahwa ketidakamanan dan ketakutan yang terus berlanjut juga memicu ketidakpercayaan di dalam masyarakat.
Kepala WHO itu mengatakan bahwa WHO dan para mitra kesehatan kemanusiaan tetap hadir di seluruh wilayah Ituri, termasuk di beberapa daerah yang paling sulit dijangkau dan paling tidak aman, di mana masyarakat tidak hanya menghadapi ancaman Ebola, tetapi juga berbagai macam penyakit lainnya.
Tedros menekankan bahwa penyediaan paket layanan kesehatan yang komprehensif sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang mendesak, tetapi juga untuk membangun kepercayaan yang krusial bagi respons Ebola yang efektif.
Pada 16 Mei, Tedros menetapkan penyakit Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di RD Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Pada 22 Mei, WHO merevisi penilaian risikonya menjadi "sangat tinggi" di tingkat nasional, sementara tetap mempertahankannya pada level "tinggi" di tingkat regional dan "rendah" secara global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China-Rusia kerahkan kapal penjelajah rudal, kapal selam, dan marinir dalam Joint Sea-2026
Indonesia
•
06 Jul 2026

Venezuela kecam ancaman blokade laut Amerika Serikat
Indonesia
•
17 Dec 2025

China-Rusia berjanji tingkatkan hubungan dan kerja sama SCO
Indonesia
•
06 May 2023

China buka konsulat jenderal pertama di Iran
Indonesia
•
23 Dec 2022


Berita Terbaru

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026

Houthi ancam serang target penting Arab Saudi, peringatkan AS agar tak ikut campur
Indonesia
•
21 Jul 2026

Kasus Ebola di RD Kongo tembus 2.400 di tengah penularan yang terus berlanjut
Indonesia
•
21 Jul 2026

Andy Burnham resmi jadi PM Inggris, janjikan perubahan politik dan ekonomi terbesar dalam 40 tahun
Indonesia
•
21 Jul 2026
