Jakarta (Indonesia Window) – Pasokan lintas laut menyumbang sekitar dua pertiga dari impor minyak Rusia, dan begitu keputusan Uni Eropa tentang embargo ini diberlakukan, tindakan itu akan merugikan Rusia hingga 10 miliar dolar AS per tahun, menurut perhitungan Bloomberg yang dikutip pada Selasa.

Kerugian itu karena Rusia terpaksa harus menjual minyak mentahnya dengan harga diskon ke Asia, dengan harga sekitar 34 dolar AS per barel lebih murah daripada harga Brent berjangka.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, yang menuduh UE memaksakan keputusan pada negara-negara anggota, mengatakan kepada para pemimpin di balik pintu tertutup bahwa diskusi tentang pembatasan impor pipa perlu dilakukan di tingkat para pemimpin UE karena ini adalah keputusan politik, bukan masalah teknis, menurut seseorang yang akrab dengan KTT UE 2022 yang digelar di Brussels, Belgia pada 30-31 Mei.

KTT para pemimpin UE berikutnya dijadwalkan akhir Juni.

Upaya UE untuk membatasi lonjakan harga dan kemampuan Rusia untuk mengalihkan ekspor minyaknya jika terjadi embargo Eropa telah dipermudah dalam putaran negosiasi sebelumnya setelah rencana untuk melarang kapal tanker mengangkut minyak ke negara ketiga dibatalkan.

Rencana untuk melarang orang Rusia membeli real estate di UE juga dibatalkan dari kesepakatan, menurut seseorang yang mengetahui negosiasi tersebut.

Tawar-menawar atas ketentuan embargo minyak UE juga membuat negara-negara anggota lainnya mencari pengecualian, seperti Hongaria dan negara-negara yang terkurung daratan.

Beberapa negara juga akan memiliki transisi yang lebih lama untuk larangan minyak lintas laut, dengan Bulgaria berharap periode hingga Juni atau Desember 2024.

Sementara itu, Kroasia bisa mendapatkan pengecualian untuk impor minyak gas vakum, yang digunakan untuk membuat produk termasuk bensin dan butana.

Rusia mengirimkan sekitar 720.000 barel minyak mentah per hari ke kilang-kilang Eropa melalui pipa utamanya ke wilayah itu tahun lalu, sedangkan volume lintas laut mencapai 1,57 juta barel per hari dari pelabuhan Baltik, Laut Hitam dan Arktik (Kutub Utara).

Sumber: https://www.luxtimes.lu/

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan