
Feature – Warga Gaza berjuang hadapi lonjakan harga dan kelangkaan uang tunai

Warga Palestina terlihat membawa bantuan, yang mereka terima dari truk-truk yang memasuki wilayah utara Jalur Gaza, di sebuah jalan di utara Gaza City pada 22 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Krisis likuiditas di Gaza disebabkan operasi perbankan yang hampir berhenti total, kurangnya koordinasi dengan lembaga-lembaga keuangan di Tepi Barat, dan penangguhan pengiriman uang internasional karena blokade yang sedang berlangsung.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Duduk dalam diam di rumahnya di Gaza City, Mohammed al-Haddad menatap sekantong kecil tepung di sampingnya. Pria 45 tahun ayah enam anak itu tahu sekantong tepung tersebut tak akan cukup untuk memberi makan keluarganya untuk sehari. Namun, hanya itulah yang mampu dibelinya setelah membayar biaya komisi yang sangat tinggi hanya untuk mengambil gaji."Mengambil gaji menjadi sangat rumit karena biaya komisi yang melonjak selama perang," kata al-Haddad kepada Xinhua.Sejak pecahnya konflik Israel-Palestina di Gaza pada 7 Oktober 2023, 2,3 juta penduduk daerah kantong tersebut menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan yang semakin parah. Para ahli ekonomi menyebut sejumlah faktor, termasuk blokade, kolapsnya rantai pasokan, dan kurangnya pengawasan yang efektif, yang memicu rekor inflasi tertinggi, melumpuhkan daya beli, dan bahkan membuat komoditas paling dasar tidak terjangkau.Jamil Abu Mahadi (33), seorang ayah tiga anak dari Gaza City, adalah salah satu dari sekian banyak warga Gaza yang terbebani oleh tingginya biaya untuk mengambil uang tunai."Jika saya menarik 500 dolar AS, saya hanya menerima 250 dolar AS," keluhnya kepada Xinhua, sembari menambahkan, "Itu hampir tidak cukup untuk satu atau dua hari. Pengeluaran harian untuk sebuah keluarga kecil minimal 150 dolar AS."*1 dolar AS = 16.484 rupiah
Pengungsi Palestina berkerumun di depan pusat distribusi makanan gratis di sebuah kamp pengungsi di utara Gaza City pada 21 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS incar Greenland, Denmark akan perkuat pertahanan Arktika
Indonesia
•
29 Jan 2025

Militer Kanada laporkan peningkatan kasus pelecehan seksual pada 2022
Indonesia
•
06 Dec 2023

Presiden China serukan gencatan senjata di Gaza, tekankan solusi dua negara
Indonesia
•
25 Nov 2023

Kementerian Haji Saudi siapkan RUU baru untuk jamaah haji dalam negeri
Indonesia
•
21 Dec 2021


Berita Terbaru

Iran sebut angkatan bersenjata jalankan pengelolaan Selat Hormuz dengan otoritas penuh
Indonesia
•
31 May 2026

Amerika Serikat terus menerus plinplan, Menlu Iran tak jamin ada perdamaian
Indonesia
•
30 May 2026

Belum ada kesepakatan yang difinalisasi dengan AS, Iran tegaskan hak kelola Selat Hormuz
Indonesia
•
30 May 2026

Hakim AS perintahkan nama Trump dihapus dari Kennedy Center
Indonesia
•
30 May 2026
