
Stabilitas keuangan Korsel makin tak pasti di tengah sskalasi konflik Timur Tengah

Orang-orang bekerja di ruang transaksi Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Jun Hyosang)
Stabilitas keuangan Korea Selatan makin tak pasti di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, mendorong kenaikan harga energi yang berdampak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian soal stabilitas keuangan Korea Selatan (Korsel), demikian disebutkan dalam laporan bank sentral pada Kamis (26/3).
Bank of Korea (BOK) menyatakan dalam laporan stabilitas keuangannya bahwa gangguan pada rantai pasokan energi, yang disebabkan oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, dapat mendorong kenaikan harga energi yang berdampak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Bank sentral tersebut menyatakan bahwa lonjakan sentimen penghindaran risiko dapat meningkatkan volatilitas di pasar valuta asing dan pasar keuangan, seraya menekankan bahwa negara pengimpor energi seperti Korsel, yang sangat bergantung pada minyak mentah dari Timur Tengah, kemungkinan akan merasakan dampak yang relatif lebih besar.
Nilai tukar won Korsel terhadap dolar AS, yang sempat melemah secara signifikan pada akhir Februari, menguat pada bulan ini dibandingkan mata uang utama lainnya, didorong oleh penguatan dolar AS di tengah meluasnya sentimen penghindaran risiko.
Pasar saham dalam negeri, yang sebelumnya mengalami kenaikan pesat, mencatatkan penurunan tajam dan peningkatan volatilitas segera setelah konflik di Timur Tengah pecah.
BOK memperingatkan bahwa jika konflik berlangsung lama, pelarian investor asing ke aset yang aman akan semakin menguat, membatasi peredaman volatilitas harga saham dan nilai tukar.
BOK menambahkan bahwa jika kenaikan harga minyak memperparah tekanan inflasi dari sisi penawaran, suku bunga pasar akan menghadapi tekanan ke atas yang lebih besar akibat meningkatnya kekhawatiran terkait pengetatan moneter global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasar China nantikan durian Indonesia
Indonesia
•
28 Jun 2025

Ekspor produk kakao 549 juta dolar AS selama Januari-Juni 2020
Indonesia
•
08 Oct 2020

Afsel jajaki metode baru untuk tingkatkan sistem pembayaran
Indonesia
•
05 Oct 2024

Café sebagai gaya hidup generasi Z buka peluang bagi Indonesia
Indonesia
•
22 Nov 2021


Berita Terbaru

Netflix jajaki pasar Rusia lagi, mulai dari pendaftaran merek dagang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus naik saat konflik masih berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

AS cabut aturan penjualan bahan bakar etanol untuk jamin pasokan
Indonesia
•
27 Mar 2026
