
Feature – Warga mengungsi dari Lebanon selatan di tengah eskalasi serangan Israel

Orang-orang melakukan operasi pencarian di antara reruntuhan bangunan pascaserangan udara Israel di Shebaa, Lebanon, pada 27 September 2024. Sembilan orang tewas pada Jumat (27/9) pagi waktu setempat dalam serangan udara Israel di Kota Shebaa, Lebanon tenggara, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Konfrontasi antara Hizbullah dan Israel meningkat setelah Israel mengumumkan pergeseran fokus militer dari Jalur Gaza ke front utara, yang bertujuan untuk memerangi Hizbullah hingga penduduk di wilayah utara dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Laila Moussa (50), seorang ibu dengan empat anak dari Desa Qaraoun di Lebanon timur, sedang tertidur lelap saat sebuah ledakan besar yang dipicu oleh serangan Israel mengguncang rumahnya dan menghancurkan kaca-kaca jendela di segala penjuru."Anak-anak saya berteriak, dan saya merasa pusing dan kehilangan keseimbangan," kata Moussa mengenang malam itu dengan suara lirih dan kelelahan.Dengan aliran listrik yang terputus dan asap serta debu yang menyebar ke segala penjuru, Moussa tidak tahu ke mana dia harus pergi untuk mencari tempat aman di tengah serangan yang terus berlanjut."Beberapa menit yang sulit berlalu sebelum saya mendapatkan kembali kekuatan saya. Saya kemudian memindahkan anak-anak saya ke sudut dapur, menunggu fajar untuk melarikan diri dari peristiwa menakutkan itu," katanya.
Foto yang diabadikan pada 27 September 2024 ini menunjukkan asap yang mengepul pascaserangan udara Israel di sekitar Mashghara, Lebanon. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Seorang pria melakukan pencarian di antara reruntuhan pascaserangan udara Israel di Aaqbiyeh, Lebanon, pada 24 September 2024. (Xinhua/Ali Hashisho)
Seorang pria menyiapkan makanan untuk para pengungsi dari Lebanon selatan di Tripoli, Lebanon, pada 26 September 2024. Menteri Lingkungan Hidup Lebanon Nasser Yassin pada Rabu (25/9) mengatakan bahwa pengeboman Israel telah memaksa lebih dari 150.000 penduduk mengungsi selama 72 jam terakhir. Eskalasi tajam ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik skala penuh antara Israel dan Lebanon, dengan kekhawatiran bahwa kekuatan regional lainnya juga dapat terseret. (Xinhua/Khaled Habashiti)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Siapkan rudalnya, Iran bersumpah akan balas AS dan Israel jika diserang
Indonesia
•
05 May 2025

UE beri Meta waktu 4 bulan untuk pastikan WhatsApp patuhi UU Digital
Indonesia
•
27 Jan 2026

Ribut dengan Israel, Norwegia terpaksa tutup kantor perwakilannya di Palestina
Indonesia
•
20 Aug 2024

Komentar Xinhua: Demokrasi jadi alat AS untuk pertahankan hegemoni, picu perpecahan
Indonesia
•
24 Mar 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
