
Konferensi Pengendalian Tembakau Global adopsi keputusan tentang lingkungan dan tanggung jawab

Seorang pekerja menyirami bibit tembakau di sebuah perkebunan di Provinsi Mashonaland Timur, Zimbabwe, pada 10 Juli 2025. (Xinhua/Xu Zheng)
Konferensi global pengendalian tembakau difokuskan pada perlindungan terhadap bahaya tembakau bagi lingkungan dan kesehatan, termasuk pengelolaan limbah tembakau, produk nikotin, dan perangkat elektronik.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Konferensi global tentang pengendalian tembakau ditutup pada Sabtu (22/11) di Jenewa, Swiss, dengan serangkaian keputusan penting telah diadopsi.Keputusan-keputusan penting dalam Sesi Ke-11 Konferensi Para Pihak (COP11), di bawah Konvensi Kerangka Kerja Organisasi Kesehatan Dunia tentang Pengendalian Tembakau (World Health Organization Framework Convention on Tobacco Control/WHO FCTC), telah dicapai mengenai pengendalian tembakau dan lingkungan.Pertemuan yang digelar selama enam hari tersebut difokuskan pada perlindungan terhadap bahaya tembakau bagi lingkungan dan kesehatan, termasuk pengelolaan limbah tembakau, produk nikotin, dan perangkat elektronik.Sebuah keputusan diadopsi dengan mengundang para Pihak yang terlibat untuk mempertimbangkan opsi regulasi komprehensif mengenai komponen produk tembakau dan nikotin, serta komponen eksternal terkait yang meningkatkan kerusakan lingkungan, dengan mempertimbangkan dampak kesehatan masyarakat.Sebuah keputusan lain, yang menyerukan larangan penuh terhadap penggunaan dan penjualan produk tembakau dan produk nikotin lainnya di semua area PBB baik di dalam maupun luar ruangan, juga diadopsi.Total 160 Pihak berkumpul di Jenewa untuk menghadiri konferensi di bawah konvensi tersebut, yang mengikat negara-negara untuk mengakhiri epidemi tembakau global.Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan bahwa tembakau membunuh hingga separuh penggunanya yang tidak berhenti merokok.Tembakau membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahun di seluruh dunia, termasuk sekitar 1,6 juta bukan perokok yang terpapar asap rokok orang lain.Ironisnya, sekitar 80 persen dari 1,3 miliar pengguna tembakau di dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Forum penerjemahan dan penerbitan sastra China-Indonesia perkuat pertukaran budaya kedua negara
Indonesia
•
29 Sep 2024

Presiden Biden tandatangani perintah eksekutif untuk lindungi hak aborsi
Indonesia
•
04 Aug 2022

‘Filler’ bibir, sedot lemak, dan Botox jadi perawatan kosmetik paling banyak dicari pada 2022
Indonesia
•
04 Sep 2022

Taiwan laporkan peningkatan kasus bunuh diri di lingkungan pendidikan dalam 5 tahun terakhir
Indonesia
•
18 Apr 2024


Berita Terbaru

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026
