
Pakar Denmark: Kewajiban tes negatif COVID-19 bagi pelancong China "tak masuk akal"

Tenaga kesehatan menyuntikkan satu dosis vaksin COVID-19 kepada seorang warga lanjut usia di Desa Hufeng, Wenchang, Provinsi Hainan, China selatan, pada 22 Desember 2022. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Hasil tes negatif COVID-19 yang diwajibkan atas para pelancong yang datang dari China sangat "tidak masuk akal", karena efek dari persyaratan itu sangat minim, kata seorang pakar medis asal Denmark.
Kopenhagen, Denmark (Xinhua) – Menurut seorang pakar medis asal Denmark, mewajibkan penyerahan bukti hasil tes negatif COVID-19 bagi para pelancong yang datang dari China sangat "tidak masuk akal," demikian dilaporkan media setempat pada Kamis (5/1)."Sulit untuk melihat apa relevansinya (dari persyaratan ini)," sebut kantor berita Denmark Ritzau mengutip Christian Wejse, dokter senior sekaligus profesor kedokteran global di Universitas Aarhus. "Jumlah kasus virus corona sudah tinggi di Denmark, sebagian besar dengan varian Omicron, jadi saya tidak yakin apa manfaatnya."
Seorang penumpang berswafoto di Bandar Udara Taxkorgan di Wilayah Otonom Etnis Tajik Taxkorgan, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 23 Desember 2022. (Xinhua/Ding Lei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Taiwan promosikan peran perempuan dalam perangi perubahan iklim
Indonesia
•
09 Mar 2022

Muara Sungai Yangtze saksikan perbaikan ekologi
Indonesia
•
21 Nov 2022

Raih 201 emas, kontingen China capai target di Asian Games Hangzhou
Indonesia
•
10 Oct 2023

Laporan PBB sebut perdagangan manusia bergerak lebih tersembunyi
Indonesia
•
25 Jan 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
