Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025

Seorang anak perempuan mencoba menanam padi di taman atap di Tokyo, Jepang, pada 13 Mei 2023. (Xinhua/Qian Zheng)

Masalah yang berkaitan dengan sekolah merupakan faktor penyebab bunuh diri paling umum di kalangan warga Jepang berusia 19 tahun ke bawah, diikuti oleh masalah kesehatan dan keluarga.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak-anak di Jepang mencapai rekor tertinggi pada 2025 untuk tahun kedua berturut-turut, bertambah tiga kasus dari setahun sebelumnya menjadi 532, menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang dirilis pada Kamis (29/1).

Pada 2025, sebanyak 352 siswa sekolah menengah atas (SMA) melakukan tindakan bunuh diri, disusul 170 siswa di level sekolah menengah pertama (SMP) dan 10 siswa di level sekolah dasar (SD), menurut kementerian itu.

Menurut laporan tersebut, masalah yang berkaitan dengan sekolah merupakan faktor penyebab bunuh diri paling umum di kalangan warga berusia 19 tahun ke bawah, diikuti oleh masalah kesehatan dan keluarga.

Berdasarkan jenis kelamin, perempuan menyumbang 277 kasus, turun 13 kasus dari tahun sebelumnya, dan laki-laki menyumbang 255 kasus, naik 16 kasus.

Data pemerintah menunjukkan bahwa kasus bunuh diri di kalangan anak-anak di Jepang tetap berada di atas 500 kasus per tahun sejak 2022. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait