
Kesepakatan gencatan senjata tercapai, badan kemanusiaan PBB tingkatkan bantuan di Gaza

Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
UNRWA mempekerjakan 30.000 orang di Gaza, dan akan terus menyediakan bantuan di Jalur Gaza, serta tidak berencana menarik diri.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) - Dengan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas membawa secercah harapan bagi jutaan orang di Jalur Gaza setelah hampir 15 bulan konflik yang menghancurkan, badan-badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus memberikan bantuan sembari memobilisasi peningkatan pengiriman bantuan.Kesepakatan gencatan senjata Gaza yang diumumkan pada Rabu (15/1) akan mulai berlaku pada Ahad (19/1), meskipun beberapa tantangan muncul di menit-menit terakhir, yang berpotensi mengancam jadwal pemberlakuan gencatan senjata mengingat karena pertikaian masih berlanjut.Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Kamis (16/1) mengatakan mereka masih menerima laporan mengenai warga Palestina yang tewas akibat pengeboman yang berlangsung di Gaza.Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan pihaknya siap mengirim makanan ke Gaza."Kami memiliki 80.000 ton makanan yang menunggu di luar Gaza atau sedang dalam perjalanan masuk," ungkap WFP dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Mereka menambahkan pasokan tersebut cukup untuk memberi makan lebih dari 1 juta orang selama sekitar tiga bulan."Gencatan senjata membawa harapan, namun kami membutuhkan pergerakan tim kemanusiaan dan pasokan yang tidak dibatasi guna menjangkau mereka yang membutuhkan," kata WFP.Namun, bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk makanan.
Warga Palestina terlihat di antara puing-puing rumah yang hancur pascapengeboman Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Antalya di Turki pikat turis lansia Eropa yang ‘lari’ dari kenaikan biaya hidup
Indonesia
•
02 Sep 2022

Jarum akupunktur baja tertua China ditemukan di Makam Marquis Kuno
Indonesia
•
29 Jun 2025

WHO sebut akhir pandemik COVID-19 sudah dekat, China membantah
Indonesia
•
15 Sep 2022

Survei: Warga AS kurangi biaya terapi tahun ini karena faktor uang
Indonesia
•
16 Aug 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
