KBRI rencanakan pembentukan dewan bisnis Indonesia-Sudan

KBRI rencanakan pembentukan dewan bisnis Indonesia-Sudan
Duta Besar RI untuk Sudan, Rossalis R Adenan, menerima kunjungan GM Azama Mining Sudan, Abdel Adhim Abdel Gadir, dan manajer pemasaran, Yassin Mohamed Fadul di Khartoum baru-baru ini. (KBRI Khartoum)

Jakarta (Indonesia Window) – Kedutaan Besar RI di Khartoum berencana membentuk Indonesia-Sudanese Business Council (ISBC) atau Dewan Bisnis Indonesia-Sudan, menurut keterangan tertulis dari KBRI yang diterima di Jakarta, Senin.

ISBC bertujuan menjadi wadah komunikasi antara para pelaku usaha Indonesia dan Sudan dalam meningkatkan volume perdagangan kedua negara.

Rencana tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Sudan, Rossalis R Adenan, saat menerima kunjungan GM (General Manager) Azama Mining Sudan, Abdel Adhim Abdel Gadir, dan manajer pemasaran, Yassin Mohamed Fadul di Khartoum baru-baru ini.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI meminta dukungan perusahaan tambang tersebut untuk mendukung pembentukan ISBC.

Sementara itu, GM Azama Mining Sudan menyampaikan bahwa perusahaannya bermaksud menjajaki pasar Indonesia, terutama untuk mengekspor hasil pertanian, khususnya kacang tanah, wijen dan sorgum.

Azama Mining Sudan merupakan perusahaan tambang yang juga mengelola lahan pertanian seluas 500 hektar di negara bagian Kordofan Barat.

Dubes Rossalis menyambut baik maksud Azama Mining Sudan dan menyatakan kesiapan KBRI Khartoum dalam memfasilitasi kontak bisnis dengan perusahaan Indonesia yang berminat untuk mengimpor hasil pertanian dari negara di timur laut Afrika itu.

Selain itu, Dubes RI juga mempromosikan produks potensial Indonesia yang dibutuhkan oleh pasar Sudan, seperti pupuk dan alat-alat pertanian.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here