Survei: Lebih dari 10 persen anak-anak Jepang pengidap penyakit otak terkait COVID-19 meninggal

Seorang anak melukis di sebuah pasar loak di Showa Memorial Park di Tokyo, Jepang, pada 4 Juni 2022. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Kasus sindrom otak akut atau ensefalopati akut yang terkait dengan infeksi COVID-19 pada individu di bawah usia 18 tahun ditemukan selama survei yang dilakukan selama periode Januari 2020 hingga Mei 2022.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Lebih dari 10 persen anak-anak Jepang yang mengidap sindrom otak akut usai terinfeksi COVID-19 meninggal dunia, menurut temuan dari sebuah survei nasional terbaru yang dirilis oleh tim peneliti dari Kementerian Kesehatan Jepang.Selama periode Januari 2020 hingga Mei 2022, survei tersebut menemukan 34 kasus sindrom otak akut atau ensefalopati akut yang terkait dengan infeksi COVID-19 pada individu di bawah usia 18 tahun.Tim peneliti tersebut mengamati 31 pasien yang tidak memiliki penyakit bawaan yang mungkin berkontribusi terhadap kerusakan otak.
Orang-orang yang mengenakan masker berjalan melintasi persimpangan Shibuya di Tokyo, Jepang, pada 21 Januari 2021. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

120 petinggi MA terekomendasi kompeten
Indonesia
•
22 Sep 2019

Bayi kembar Vietnam lahir di usia kandungan 25 pekan, dengan berat 500 gram
Indonesia
•
15 Oct 2022

Melihat dari dekat sejumlah ‘venue’ Universiade Chengdu
Indonesia
•
20 Jul 2023

Relik berumur ribuan tahun di China ‘dihidupkan kembali’ via teknologi digital
Indonesia
•
24 Aug 2022
Berita Terbaru

Dari kelenteng hingga kuliner, generasi muda menelusuri jejak budaya Tionghoa di Indonesia
Indonesia
•
14 Sep 2026

Panda raksasa Qing Bao rayakan ulang tahun ke-5 di Kebun Binatang Smithsonian AS
Indonesia
•
14 Sep 2026

Pendakwah Koh Dondy kenalkan ‘krislamologi’ untuk perkuat akidah hingga jadi kurikulum di perguruan tinggi
Indonesia
•
14 Sep 2026

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026
