Taipan kertas asal Indonesia peroleh gelar Warga Kehormatan Shanghai

Foto dokumentasi ini menunjukkan Oei Tjie Goan menghadiri Pameran Impor Internasional China ke-2 di Shanghai pada 2019. (Sumber: narasumber)
Presiden Sinar Mas Group, Oei Tjie Goan, yang juga merupakan taipan kertas Indonesia, mendapat gelar warga kehormatan Shanghai, pada peringatan 30 tahun masuknya perusahaan Asia Pulp & Paper Co., Ltd. (APP) ke pasar China.
Shanghai, China (Xinhua) – Dalam rangka memperingati 30 tahun masuknya perusahaan Asia Pulp & Paper Co., Ltd. (APP) ke pasar China, Oei Tjie Goan, Chairman sekaligus Presiden Sinar Mas Group, perusahaan asal Indonesia, dianugerahi gelar warga kehormatan Shanghai.Sebagai salah satu kota paling berkembang secara ekonomi di China, Shanghai telah memberikan gelar tersebut kepada beberapa warga asing sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa mereka terhadap pembangunan ekonomi dan sosial setempat serta mempromosikan pertukaran internasional."Setelah menjadi warga kehormatan Shanghai, saya benar-benar merasakan menjadi anggota masyarakat Shanghai," ungkap Oei. Dia menambahkan bahwa gelar itu bukan sekadar penghargaan pribadi baginya, melainkan juga pengakuan atas pencapaian yang telah dicatatkan serta nilai Sinar Mas Group, dan akan mendorong grup tersebut untuk terus meningkatkan investasi di China, salah satu pasar tunggal terbesar di dunia, di masa mendatang.Lahir di Indonesia pada 1944, Oei merupakan putra sulung dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group. Sejak 1960, Oei belajar dan bekerja di China. Pada awal 1970-an, dia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Sinar Mas Group. Pada 1991, Oei mengambil alih bisnis tersebut dari ayahnya dan membidik pasar China.Sejak pendirian perusahaan pertamanya di Ningbo, Provinsi Zhejiang, pada 1992, APP China mencatatkan perkembangan yang stabil, dengan total aset mencapai 246,5 miliar yuan dan penjualan sebesar 97,3 miliar yuan per akhir 2021.Saat ini, Breeze dan Virjoy dari APP China menjadi merek kertas rumah tangga populer di kalangan konsumen China. Gold East Paper miliknya di Provinsi Jiangsu merupakan satu-satunya pabrik kertas berlapis (coated paper) terbesar di dunia, dan Hainan Jinhai Pulp & Paper merupakan salah satu batch pertama di China untuk basis industri daur ulang ramah lingkungan terpadu untuk pulp dan kertas hutan, yang dilengkapi dengan lini produksi pulp tunggal berskala ultra besar di dunia dan terdepan secara teknologi.Sejak 2018, APP telah berpartisipasi dalam Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) yang diselenggarakan di Shanghai selama lima tahun berturut-turut. Sejalan dengan strategi ‘karbon ganda’ China, tahun ini perusahaan tersebut memanfaatkan peluang CIIE untuk menggelar peluncuran perdana produk perlindungan lingkungan berteknologi tinggi, Bio-based Composite.Dalam 30 tahun investasi APP di China, China telah bertransformasi dari negara pengimpor kertas terbesar di dunia menjadi penghasil produk kertas terbesar di dunia, yang membuat Oei ikut merasa bangga.
Foto yang diabadikan pada November 5, 2019 menunjukkan pemandangan malam di Shanghai. (Xinhua/Wang Xiang)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – WHO rilis piagam keselamatan pekerja kesehatan
Indonesia
•
18 Sep 2020

Lingkungan ekologis China meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir
Indonesia
•
28 Dec 2022

Pejabat senior UE dan 24 menlu berjanji segera ambil tindakan untuk hentikan kelaparan di Gaza
Indonesia
•
13 Aug 2025

Pakar PBB serukan pencabutan lebih awal sejumlah sanksi terhadap Suriah
Indonesia
•
11 Nov 2022
Berita Terbaru

Feature – Tetap bugar di kala hujan dan banjir dengan pengobatan tradisional China
Indonesia
•
11 Feb 2026

Pumpunan – Hari ke-2 Olimpiade Musim Dingin 2026: Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor seluncur cepat Olimpiade
Indonesia
•
09 Feb 2026

Feature – Atlet seluncur cepat China beri penghormatan kepada kakek saat debut di Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
09 Feb 2026

Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dibuka dengan upacara di sejumlah ‘venue’, soroti harmoni
Indonesia
•
08 Feb 2026
