
Ilmuwan China tawarkan cara baru ungkap karakteristik galaksi-galaksi pertama

Foto yang diabadikan pada 23 Mei 2023 ini menunjukkan pemandangan Gunung Qomolangma dan galaksi di Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Karakteristik galaksi-galaksi pertama dan materi gelap (dark matter) pada periode awal alam semesta diungkap dengan menggunakan pengukuran spektrum daya satu dimensi dari sinyal hutan 21 sentimeter di era fajar kosmik (cosmic dawn).
Beijing, China (Xinhua) – Para ilmuwan China baru-baru ini memperkenalkan sebuah metode baru untuk mengungkap karakteristik galaksi-galaksi pertama dan materi gelap (dark matter) pada periode awal alam semesta, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy.Garis serapan 21 sentimeter (hutan berukuran 21 sentimeter) merupakan sistem garis serapan sempit yang muncul dalam spektrum sumber latar belakang redshift yang tinggi akibat intervensi dari atom hidrogen netral.Para peneliti dari Observatorium Astronomi Nasional (National Astronomical Observatories) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) mempelajari investigasi terhadap hutan berukuran 21 sentimeter yang sebelumnya jarang dibahas itu dan mengusulkan skema pengukuran statistik yang inovatif.Mereka menemukan bahwa dengan menggunakan pengukuran spektrum daya satu dimensi dari sinyal hutan 21 sentimeter di era fajar kosmik (cosmic dawn), teleskop radio Square Kilometer Array yang akan segera tersedia akan mampu secara simultan mengungkap karakteristik dari materi gelap dan galaksi-galaksi pertama alam semesta, menurut makalah tersebut.Metode terobosan itu sangat penting untuk mengungkap misteri materi gelap dan pembentukan benda langit pada periode awal alam semesta dan akan semakin meningkatkan pemahaman tentang materi gelap dan menjelaskan pembentukan serta evolusi struktur alam semesta, ujar para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Seberapa bahaya mikroplastik dalam otak manusia?
Indonesia
•
03 Sep 2025

Paparan nanoplastik dapat ganggu kemampuan kognitif ikan
Indonesia
•
13 Feb 2026

China masih jadi pasar robot industri terbesar di dunia
Indonesia
•
23 Aug 2024

Vietnam berhasil produksi vaksin lawan demam babi Afrika
Indonesia
•
02 Jun 2022


Berita Terbaru

Teknologi AI baru bikin prakiraan badai debu lebih akurat dan 100 kali lebih cepat
Indonesia
•
06 Jun 2026

Feature – Jutaan siswa China kini belajar dengan AI, tetapi tetap pilih percaya pada guru
Indonesia
•
06 Jun 2026

Gelombang laut bisa tempuh perjalanan 14.000 km tanpa henti, ilmuwan akhirnya berhasil melacaknya
Indonesia
•
06 Jun 2026

Galaksi Andromeda ternyata tumbuh dengan menelan galaksi lain, ini buktinya
Indonesia
•
06 Jun 2026
