
Lebih dari 350 kapal menunggu izin iran untuk lintasi Selat Hormuz

Kebakaran terjadi pada sebuah kapal kargo Thailand setelah kapal tersebut diserang di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. (Xinhua/Angkatan Laut Kerajaan Thailand)
Lebih dari 350 kapal sedang menunggu izin Iran untuk melintasi Selat Hormuz, 27 hari setelah dimulainya perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 350 kapal sedang menunggu izin Iran untuk melintasi Selat Hormuz, 27 hari setelah dimulainya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Fars, pada Kamis (26/3).
Mengutip laporan terbaru dan perkembangan di lapangan, Fars mengatakan bahwa jalur perairan strategis tersebut tetap ditutup bagi AS, Israel, serta sekutu mereka, dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas tanpa izin Iran.
Menurut laporan itu, kapal-kapal tersebut telah diperintahkan untuk mematikan sistem mereka dan tetap berada di tempat.
Di antara kapal-kapal yang sedang menunggu tersebut, terdapat 25 kapal tanker besar (supertanker), 200 kapal tanker minyak, serta 70 kapal pengangkut LNG dan CNG, kata Fars, seraya menambahkan bahwa tanpa persetujuan Iran, kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun berlabuh di pelabuhan-pelabuhan regional, karena rute laut masih berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Selasa (24/3), Alireza Tangsiri, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran, mengatakan bahwa setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz harus berkoordinasi sepenuhnya dengan otoritas maritim Iran.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta para komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan serta aset AS di Timur Tengah, serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz, dengan memblokir kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bahas pendanaan untuk Israel, sidang Senat AS berulang kali diinterupsi pengunjuk rasa
Indonesia
•
02 Nov 2023

Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan AS, Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Srettha Thavisin terpilih jadi PM baru Thailand
Indonesia
•
24 Aug 2023

Arab Saudi tetap tak akan normalisasi hubungan dengan Israel tanpa negara Palestina
Indonesia
•
26 May 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
