
Kapal induk China Fujian akan rutin berlayar di laut lepas

Upacara peluncuran dan penyerahan panji bendera kapal induk Fujian, kapal induk pertama China yang dilengkapi dengan katapel elektromagnetik, diadakan di pelabuhan militer di Kota Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 5 November 2025. (Xinhua/Li Gang)
Kapal induk pertama China yang dilengkapi dengan katapel elektromagnetik, Fujian, akan melakukan pelayaran secara rutin di laut lepas.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kapal induk pertama China yang dilengkapi dengan katapel elektromagnetik, Fujian, akan melakukan pelayaran secara rutin di laut lepas, demikian disampaikan juru bicara (jubir) Angkatan Laut (AL) China pada Sabtu (8/11).Meskipun pelabuhan militer Sanya di provinsi pulau Hainan di China selatan merupakan pelabuhan asal kapal induk tersebut, lautan luas adalah "rumah sejatinya," kata Kapten Senior Leng Guowei dalam wawancara tertulis.Sebagai kapal perang terbesar di Angkatan Laut China, Fujian ditugaskan untuk menjalankan layanan aktif pada Rabu (5/11) di pelabuhan angkatan laut di Kota Sanya. Dinamakan sesuai dengan Provinsi Fujian di China timur dan diresmikan pada Juni 2022, kapal raksasa ini dirancang dan dibangun secara mandiri oleh China.Selama proses pembangunan Fujian, pengembangan dan pengujian peralatan pendukung, termasuk pesawat tempur berbasis kapal induk seperti J-35, J-15T, dan J-15D, pesawat peringatan dini KongJing-600, serta helikopter seri Z-20, berlangsung secara bertahap sesuai rencana, menurut Leng.Tidak lama lagi Fujian akan dilengkapi sepenuhnya dengan pesawat berbasis kapal induknya, kata juru bicara tersebut.Menyadari bahwa banyak fasilitas dan teknologi di Fujian dimanfaatkan untuk penggunaan praktis untuk pertama kalinya, Leng mengatakan kapal induk tersebut akan terus menjalani uji verifikasi mendalam setelah peresmiannya.Leng menekankan bahwa upaya China dalam pengembangan dan peningkatan senjata serta peralatan tidak menargetkan negara lain atau tujuan spesifik, dan upaya tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi negara atau kawasan lain.Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan, jelas juru bicara tersebut.Dengan nomor lambung 18, Fujian merupakan salah satu dari tiga kapal induk China yang saat ini beroperasi.China akan merencanakan pengembangan kapal induk selanjutnya dengan sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan pertahanan nasional, kata Leng.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemohon visa AS berpotensi wajib bayar uang jaminan hingga 15.000 dolar AS
Indonesia
•
06 Aug 2025

Konflik Rusia-Ukraina picu ketidakpastian prospek ekonomi AS
Indonesia
•
22 Mar 2022

Kompetisi Al-Qur'an King Abdulaziz Saudi 2022 digelar September
Indonesia
•
28 Jan 2022

PM Li sebut China dan AS bisa dan harus bekerja sama
Indonesia
•
14 Mar 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
