Banner

Israel kirim delegasi untuk perundingan gencatan senjata Gaza di Paris

Orang-orang berkumpul di lokasi serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 22 Februari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)

Kabinet perang Israel memutuskan untuk mengirim delegasi ke perundingan gencatan senjata Gaza di Paris pada Jumat (23/2), seiring para negosiator internasional melanjutkan upaya untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas.

 

Yerusalem (Xinhua) – Kabinet perang Israel pada Kamis (22/2) malam waktu setempat memutuskan untuk mengirim delegasi ke perundingan gencatan senjata Gaza di Paris pada Jumat (23/2), seiring para negosiator internasional melanjutkan upaya untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas.

Seorang pejabat pemerintah mengonfirmasi kepada Xinhua bahwa kepala badan intelijen Mossad, David Barnea, akan memimpin delegasi Israel tersebut. Perundingan ini akan dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani dan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) William Burns.

Koordinator Timur Tengah dari Gedung Putih, Brett McGurk, berada di Israel pada Kamis untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat senior guna merundingkan pembebasan para sandera yang ditahan di Gaza dan mewujudkan gencatan senjata.

Kunjungan McGurk dilakukan di tengah upaya yang semakin gencar untuk memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata, di saat pengumuman Israel yang menyatakan niatnya untuk menyerbu Kota Rafah yang padat penduduk memicu kekhawatiran global, dan serangan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama empat bulan lebih telah menyebabkan 29.410 warga Palestina tewas dan 69.465 lainnya luka-luka hingga Kamis.

Kabinet perang Israel
Anak-anak terlihat di sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 22 Februari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Setelah bertemu McGurk, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) sedang “mempersiapkan kelanjutan operasi darat yang intens.”

Kantor Gallant mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan mereka berfokus pada upaya untuk membebaskan 134 sandera yang masih ditahan di Gaza. Di antara mereka, 30 orang diyakini telah tewas.

Lebih dari 240 orang di Israel disandera pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Sebanyak 112 sandera yang dalam keadaan hidup telah dibebaskan, dengan sebagian besar dari mereka dibebaskan dalam pertukaran sandera dengan tawanan yang dilakukan pada gencatan senjata yang lemah pada November tahun lalu, menurut data dari pihak Israel.

Mengutip para pejabat senior, saluran berita televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa sikap Hamas telah melunak dan kelompok itu menyetujui pelaksanaan gencatan senjata selama enam pekan alih-alih tuntutan sebelumnya untuk mengakhiri perang.

Kabinet perang Israel
Masyarakat ambil bagian dalam aksi protes yang menyerukan pembebasan sandera yang diculik oleh Hamas di Gaza di sebuah pusat perbelanjaan di Tel Aviv, Israel, pada 21 Februari 2024. (Xinhua/JINI/Tomer Neuberg)

Pada Rabu (21/2), Menteri Kabinet Masa Perang Israel Benny Gantz mengatakan dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan di televisi bahwa “saat ini ada upaya untuk mendorong kesepakatan baru terkait sandera, dan ada tanda-tanda awal yang menjanjikan untuk potensi kemajuan.” Menurut Gantz, Israel “tidak akan berhenti mencari jalan, dan kami tidak akan melewatkan kesempatan untuk membawa pulang putra-putri kami.”

Indikasi kemajuan dilaporkan 10 hari setelah pertemuan di Kairo antara negosiator AS, Israel, Qatar dan Mesir gagal mencapai terobosan. Setelah pertemuan tersebut, PM Israel Benjamin Netanyahu menolak proposal Hamas untuk gencatan senjata selama 4,5 bulan yang setelahnya disusul oleh penarikan diri pasukan Israel dari Gaza.

Sementara itu, pasukan Israel terus melanjutkan gempuran di Gaza. Di Rafah, kota paling selatan di Gaza, serangan udara Israel telah meluluhlantakkan Masjid al-Farouk dan menghantam tujuh rumah, menurut pihak berwenang Gaza. Sedikitnya 97 orang tewas dan 132 lainnya luka-luka dalam serangan yang terjadi dalam satu hari terakhir.

IDF dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa “Angkatan Udara Israel (Israel Air Force/IAF), Angkatan Laut, dan pasukan darat melanjutkan penghancuran infrastruktur teroris di seluruh Jalur Gaza.”

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner

Iklan