
Jutaan rumah di Australia terancam akibat naiknya ketinggian air laut

Orang-orang menikmati pemandangan matahari terbenam di Pantai Port Melbourne di Melbourne, Australia, pada 10 Januari 2025. (Xinhua/Ma Ping)
Jutaan rumah di Australia akan terancam akibat naiknya ketinggian air laut dan kematian yang berkaitan dengan suhu panas akan meningkat lebih dari dua kali lipat jika pemanasan global melampaui 3 derajat Celsius.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Jutaan rumah di Australia akan terancam akibat naiknya ketinggian air laut dan kematian yang berkaitan dengan suhu panas akan meningkat lebih dari dua kali lipat jika pemanasan global melampaui 3 derajat Celsius, menurut laporan pemerintah yang dirilis pada Senin (15/9).Penilaian Risiko Iklim Nasional (National Climate Risk Assessment/NCRA) pertama Australia, yang dirilis pada Senin oleh Layanan Iklim Australia (Australian Climate Service/ACS), menemukan bahwa 1,5 juta rumah di wilayah pesisir akan terancam akibat naiknya ketinggian air laut per 2050 jika pemanasan global melebihi 3 derajat Celsius di atas level praindustri.Laporan itu menyebutkan bahwa lebih dari 3 juta rumah akan menghadapi risiko dari naiknya ketinggian air laut per 2090 mendatang jika pemanasan global melampaui 3 derajat Celsius.Dalam skenario pemanasan global 3 derajat Celsius, disebutkan bahwa kasus kematian yang berkaitan dengan suhu panas akan meningkat 444 persen di Sydney dan 259 persen di Melbourne. Jika pemanasan global dibatasi di angka 1,5 derajat Celsius, kematian akibat suhu panas akan meningkat 103 persen di Sydney dan 60 persen di Melbourne, menurut laporan tersebut."Warga Australia sudah merasakan dampak dari perubahan iklim saat ini, tetapi jelas bahwa setiap derajat pemanasan yang kita cegah sekarang akan membantu generasi mendatang menghindari dampak terburuk pada tahun-tahun mendatang," tutur Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen dalam sebuah pernyataan.NCRA menemukan bahwa rata-rata suhu global saat ini 1,2 derajat Celsius di atas rata-rata praindustri pada periode tahun 1850-1900, tetapi iklim Australia telah menjadi 1,5 derajat Celsius lebih hangat sejak pencatatan nasional dimulai pada 1910.Menurut laporan tersebut, pemanasan 3 derajat Celsius akan memaksa spesies Australia untuk pindah, beradaptasi dengan kondisi baru, atau punah, dengan hingga 70 persen tanaman asli Australia terpapar kondisi yang saat ini tidak mereka alami.Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Australia merilis Rencana Adaptasi Nasional pertama negara itu, yang menguraikan langkah-langkah adaptasi yang sudah berjalan.Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan target pengurangan emisi Australia untuk tahun 2035 dalam beberapa hari mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

World Central Kitchen hentikan operasi di Gaza usai tujuh pekerjanya tewas akibat serangan Israel
Indonesia
•
03 Apr 2024

COVID-19 – Meksiko catat peningkatan tipis kasus rawat inap dan kematian
Indonesia
•
18 Jan 2023

Media sebut kekerasan senjata bisa turunkan minat mahasiswa internasional belajar di AS
Indonesia
•
24 Feb 2023

Universitas Cenderawasih-WWF luncurkan buku panduan pengamatan burung di Papua
Indonesia
•
21 Jan 2022


Berita Terbaru

Larangan medsos untuk anak di Australia sukses, pengguna turun 10 persen
Indonesia
•
31 Jul 2026

Kisah – Dua puluh tahun kemudian, akhirnya masuk Universitas Islam Madinah
Indonesia
•
01 Aug 2026

Feature – Mengapa banyak orang memilih singgah di kafe sebelum pulang?
Indonesia
•
01 Aug 2026

FIFA selidiki dugaan pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026, apa saja tuduhannya?
Indonesia
•
31 Jul 2026
