
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel pada Rabu di Lebanon kini naik jadi 357 jiwa

Foto yang diabadikan pada 9 April 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel sehari sebelumnya di Beirut, Lebanon. (Xinhua/Bilal Jawich)
Serangan Israel di Lebanon pada Rabu pekan ini bertambah menjadi 357 jiwa, dengan 1.223 orang lainnya terluka.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel pada Rabu (8/4) di Lebanon bertambah menjadi 357 jiwa, dengan 1.223 orang lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon pada Jumat (10/4).
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Operasi Darurat di kementerian tersebut mengatakan angka itu masih bersifat sementara, karena tim penyelamat masih terus membersihkan puing-puing dan mengevakuasi jenazah korban.
Disebutkan bahwa banyaknya bagian tubuh yang belum teridentifikasi membutuhkan waktu untuk pengujian DNA guna memastikan identitas korban, sebelum jumlah akhir korban dapat dipastikan.
Kementerian itu menambahkan bahwa total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan roket ke arah Israel, bertambah menjadi 1.953 jiwa, dengan 6.303 orang lainnya terluka.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

KTT ekonomi Eurasia dibuka di Istanbul, fokus pada solusi untuk pertumbuhan global
Indonesia
•
22 Feb 2024

Tentara Myanmar bakar hidup-hidup 11 orang dalam serangan balasan
Indonesia
•
09 Dec 2021

Sidang Majelis Umum PBB ke-77 berakhir, Korosi dorong kerja sama berskala global
Indonesia
•
07 Sep 2023

Jepang, Australia, Selandia Baru jatuhkan hukuman pada Rusia setelah invasi Ukraina
Indonesia
•
25 Feb 2022


Berita Terbaru

Trump sebut hasil perundingan dengan Iran akan jelas dalam waktu sekitar 24 jam
Indonesia
•
11 Apr 2026

Trump ancam Selat Hormuz akan segera dibuka kembali, dengan atau tanpa kerja sama Iran
Indonesia
•
11 Apr 2026

PM Spanyol desak UE tangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel menyusul serangan di Lebanon dan Gaza
Indonesia
•
11 Apr 2026

Belanda beli satu lagi sistem pertahanan udara Patriot dari perusahaan AS Raytheon
Indonesia
•
10 Apr 2026
