
Jumlah kasus Ebola lampaui 500 di RD Kongo

Para petugas medis mengenakan pakaian pelindung di Goma, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 4 Juni 2026. (Xinhua)
Kinshasa, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo bertambah menjadi 515, termasuk 91 kematian, sementara otoritas kesehatan negara itu pada Ahad (7/6) memperingatkan soal berlanjutnya penularan dan risiko peningkatan kasus lebih lanjut jika langkah-langkah pengendalian tidak segera diterapkan.
Pembaruan data yang dirilis pada Ahad oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat RD Kongo menyebutkan bahwa tambahan tiga pasien dinyatakan sembuh, sehingga jumlah pasien yang telah sembuh bertambah menjadi 12 orang hingga Sabtu (6/6).
Laporan itu menyebutkan bahwa terdapat 117 kasus suspek, sementara 283 pasien masih menjalani isolasi atau dirawat di rumah sakit.
Menurut laporan tersebut, sejumlah besar pasien terkonfirmasi menunjukkan gejala antara 14 Mei hingga 23 Mei, mengindikasikan "peningkatan kontaminasi dari sumber yang kemungkinan sama," dengan puncaknya tercatat pada 18 Mei. Laporan itu juga menyebutkan bahwa kelompok pasien terkonfirmasi lainnya mulai mengalami gejala antara 25 Mei hingga 3 Juni, "menunjukkan penyebaran penyakit itu" dan kemungkinan membentuk "reservoir penularan yang signifikan."
"Peningkatan kasus dapat terjadi jika langkah-langkah yang memadai tidak segera diterapkan," menurut laporan tersebut.
Respons masih terhambat oleh pelacakan kontak yang lemah, penolakan masyarakat terhadap tes pascakematian pada jenazah, kapasitas yang tidak memadai di pusat-pusat perawatan Ebola terstandardisasi, kelangkaan material pencegahan dan pengendalian infeksi, serta keterbatasan dana, menurut laporan itu.
Laporan itu menyebutkan tingkat pelacakan kontak secara keseluruhan di tiga provinsi yang terdampak mencapai 50,3 persen, jauh di bawah target 95 persen.
Kapasitas laboratorium juga masih berada di bawah tekanan, dengan 193 hasil tes masih tertunda akibat krisis reagen di Provinsi Kivu Utara.
Wabah saat ini, yang disebabkan oleh galur Bundibugyo dari virus Ebola, secara resmi diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat RD Kongo pada 15 Mei.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sedikitnya 25 orang tewas di Gaza akibat serangan israel sebagai respons tembakan Hamas
Indonesia
•
20 Nov 2025

Wawancara – Kunjungan presiden Palestina ke China perkuat hubungan bilateral
Indonesia
•
13 Jun 2023

Parlemen Iran kecam resolusi "campur tangan" yang disahkan Parlemen Eropa
Indonesia
•
27 Jan 2026

Milisi Houthi serang Bandara Abha di Saudi, 26 orang terluka
Indonesia
•
12 Jun 2019


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
