Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 23 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan sebuah pemakaman di dekat Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo. (Xinhua)

Kinshasa, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Republik Demokratik (RD) Kongo melaporkan 1.203 kasus terkonfirmasi Ebola, termasuk 321 kematian, sejak wabah tersebut diumumkan pada pertengahan Mei lalu, ungkap laporan terbaru yang dirilis pada Jumat (26/6) oleh otoritas kesehatan masyarakat negara itu.

Menurut laporan tersebut, 148 pasien telah pulih, sementara 419 pasien sedang menjalani isolasi atau masih dirawat di rumah sakit. Otoritas kesehatan RD Kongo juga mengidentifikasi 265 kasus suspek, termasuk 77 kematian.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat mengatakan di platform media sosial X bahwa pelacakan kontak di RD Kongo telah menjangkau lebih banyak orang, dan makin banyak pasien Ebola telah pulih dan kembali ke rumah.

Namun, kepala WHO itu memperingatkan bahwa perjuangan "masih jauh dari selesai." Dia menyoroti perang dan kerawanan masih memperlambat upaya penanganan wabah, dan ketidakpercayaan publik tetap menjadi tantangan utama.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi serangkaian tantangan operasional yang dihadapi dalam penanganan wabah, termasuk penolakan masyarakat terhadap pengujian pascakematian (postmortem), kapasitas perawatan yang tidak memadai di Ituri, di mana pusat-pusat perawatan hampir mencapai kapasitas penuh, dan tingkat pelacakan kontak dekat yang masih di bawah target 95 persen.

Laporan tersebut juga memperingatkan adanya kekurangan stok obat-obatan penting, perlengkapan pencegahan dan pengendalian infeksi, serta kekurangan sekitar 20 pusat isolasi.

Kerawanan dan akses terbatas di wilayah-wilayah yang terdampak kelompok bersenjata, mobilitas penduduk, dan kekurangan dana sekitar 20 juta dolar AS juga disebutkan sebagai kendala utama.

*1 dolar AS = 17.942 rupiah

Situasi wabah saat ini, yang terutama disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, resmi diumumkan pada 15 Mei.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait