
Jika es Antarktika menyusut, seberapa tinggi laut akan naik? Ilmuwan siapkan survei besar

Foto yang diabadikan pada 12 Desember 2025 ini menunjukkan Kanal Lemaire di Antarktika. (Xinhua/Yang Shu)
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan di Australia yang mempelajari Antarktika merupakan bagian dari rencana internasional untuk melakukan survei geofisika di seluruh wilayah pesisir Antarktika dalam upaya memperbaiki prediksi kenaikan permukaan laut di masa depan.
Para ilmuwan akan melakukan tiga rangkaian survei mengelilingi benua Antarktika, yang diberi nama ‘RINGS around Antarctica’, yang melacak aliran es di daratan, zona tempat transisi gletser darat menjadi lapisan es apung (grounding zone), dan lapisan es yang menghadap ke laut guna mengidentifikasi proses penting yang menyebabkan hilangnya es, ungkap sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (7/9) oleh Universitas Tasmania Australia (UTAS).
Penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Reviews of Geophysics terbitan American Geophysical Union ini merangkum pemahaman terkini tentang bagaimana es, lautan, atmosfer, dan Bumi padat berinteraksi di zona pesisir Antarktika, serta menyoroti kesenjangan pengetahuan penting dan perlunya peningkatan observasi pada skala pan-Antarktika.
"Kampanye ambisius dan terkoordinasi secara global ini akan mengatasi ketidakpastian terbesar dalam memprediksi kenaikan permukaan laut Antarktika, yang memiliki implikasi besar terhadap perencanaan pesisir dan upaya untuk mendukung negara-negara dataran rendah, termasuk negara-negara tetangga Australia di kawasan Pasifik," kata salah satu penulis utama dalam penelitian ini, Felicity McCormack, dari Securing Antarctica's Environmental Future yang berbasis di Universitas Monash Australia.
Penulis lain dalam penelitian ini, Zhao Chen dari Institut UTAS untuk Kajian Kelautan dan Antarktika, mengatakan rencana tersebut dapat membantu mengungkap seberapa jauh dan seberapa cepat laju penyusutan es di Antarktika dapat mengubah garis pantai di seluruh dunia.
Tinjauan ini ditulis oleh 80 ilmuwan dari seluruh dunia melalui RINGS Action Group dari Komite Ilmiah Penelitian Antarktika, yang mengoordinasikan upaya internasional untuk menyurvei zona pesisir Antarktika.
Para peneliti mengidentifikasi kesenjangan yang masih terus ada dalam pengamatan langsung terhadap topografi dasar laut di wilayah pesisir dan rongga di bawah lapisan es, yang dapat membatasi estimasi hilangnya es Antarktika dan kenaikan permukaan laut di masa mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China berhasil rakit DNA manusia dan transfer antarspesies
Indonesia
•
18 Jul 2025

Jepang bangun fasilitas pembuangan limbah radioaktif Fukushima walau ditentang
Indonesia
•
05 Aug 2022

Desa berusia lebih dari 3.000 tahun ditemukan di China utara
Indonesia
•
05 Jun 2023

Nepal tetapkan babi hutan sebagai satwa liar perusak tanaman pertanian
Indonesia
•
26 Feb 2026


Berita Terbaru

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026

‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen
Indonesia
•
07 Sep 2026

Hongaria kucurkan 1,7 triliun rupiah untuk hutan baru, jutaan pohon bakal ditanam hingga 2030
Indonesia
•
06 Sep 2026

GPT-6 Astra Meluncur: AI OpenAI kini makin jago riset, ‘coding’ dan operasikan komputer
Indonesia
•
06 Sep 2026
