
Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris 'Stena Impero' di dekat Selat Hormuz, Iran. (Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)
Jepang mengandalkan Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, membuat negara itu sangat rentan terhadap penutupan efektif Selat Hormuz menyusul pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari. Gangguan tersebut memicu lonjakan tajam harga minyak mentah di Jepang.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Jepang mulai melepaskan minyak dari cadangan strategisnya pada Senin (16/3) untuk meredakan kekhawatiran soal pasokan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah dan memastikan distribusi produk minyak bumi tetap stabil, demikian dilansir media lokal.
Pada tahap awal, Jepang akan melepas cadangan minyak milik swasta yang setara kebutuhan 15 hari, dengan cadangan milik pemerintah yang setara kebutuhan satu bulan akan menyusul kemudian, menurut laporan Kyodo News.
Pemerintah Jepang juga akan menurunkan kewajiban cadangan minimum bagi perusahaan penyulingan minyak dan perusahaan perdagangan dari 70 hari menjadi 55 hari, sehingga mereka dapat memanfaatkan sebagian stok yang sudah ada.
Rabu (11/3) pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengumumkan rencana pemerintah untuk melepas sekitar 80 juta barel minyak, yang menjadi pelepasan terbesar sepanjang sejarah. Jumlah tersebut setara dengan 45 hari konsumsi domestik dan 1,8 kali lebih besar dibandingkan volume yang dilepas menyusul bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang timur laut pada 2011, lapor Kyodo News.
Persiapan juga sedang dilakukan untuk menjual minyak dari cadangan milik pemerintah kepada para pedagang grosir.
Langkah ini menandai kali ketujuh Jepang menggunakan cadangan minyaknya sejak sistem tersebut diperkenalkan pada 1970-an. Hingga akhir 2025, Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan 254 hari permintaan domestik.
Jepang mengandalkan Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, membuat negara itu sangat rentan terhadap penutupan efektif Selat Hormuz menyusul pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari. Gangguan tersebut memicu lonjakan tajam harga minyak mentah di Jepang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jalur Kereta China-Laos catat angka tertinggi baru untuk penumpang harian
Indonesia
•
08 Mar 2023

Harga minyak turun tipis di tengah kecemasan pasokan global
Indonesia
•
27 May 2022

Konsumen tetap optimistis tentang perekonomian Indonesia pada Maret
Indonesia
•
17 Apr 2025

‘Indeks Ekskavator’ cerminkan vitalitas pembangunan infrastruktur China
Indonesia
•
15 Feb 2023


Berita Terbaru

Jumlah EV di Belanda melonjak di tengah kenaikan harga energi
Indonesia
•
11 Apr 2026

Kerja sama keuangan perkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian eksternal
Indonesia
•
11 Apr 2026

Kolombia akan jatuhkan tarif 100 persen ke Ekuador, langkah balasan di tengah ketegangan
Indonesia
•
11 Apr 2026

Presiden Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik, tonggak baru industrialisasi hijau nasional
Indonesia
•
10 Apr 2026
