
Kinerja manufaktur Indonesia capai ekspansi terkuat dalam 29 bulan

Seorang ekshibitor bersiap untuk mendemonstrasikan cara kerja mesin rajut dalam ajang INDO INTERTEX, pameran tekstil dan garmen berskala besar, di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, pada 21 Maret 2024. Dari 20 hingga 23 Maret, lebih dari 600 perusahaan menghadiri INDO INTERTEX, memamerkan berbagai kemajuan terbaru mereka dalam pencetakan digital, kimia tekstil, bahan baku, teknologi digital, pakaian jadi, aksesori, dan beragam produk tekstil lainnya. (Xinhua/Veri Sanovri)
Kinerja manufaktur di Indonesia pada Maret 2024 juga mencatatkan ekspansi terkuat dibandingkan negara-negara Asia lainnya yang mayoritas masih terkontraksi.
Jakarta (Xinhua) – Kinerja manufaktur Indonesia mencapai rekor ekspansi terkuatnya dalam 29 bulan pada bulan lalu, yang tercermin dari indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) sebesar 54,2 poin berdasarkan laporan terbaru S&P Global. Kinerja manufaktur di Indonesia pada Maret 2024 juga mencatatkan ekspansi terkuat dibandingkan negara-negara Asia lainnya yang mayoritas masih terkontraksi.Kinerja manufaktur dalam negeri mencatatkan ekspansi selama 31 bulan berturut-turut. Ekspansi yang signifikan pada bulan lalu, khususnya disebabkan oleh lonjakan arus permintaan baru yang mencapai rekor tertingginya sejak Agustus tahun lalu, terutama didorong oleh permintaan domestik, sementara penjualan di pasar internasional menurun. Kenaikan permintaan baru ini mendorong pabrik-pabrik untuk meningkatkan produksinya.Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, peningkatan lebih lanjut dalam performa sektor manufaktur dapat dilakukan salah satunya dengan memperluas kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk semua sektor industri. HGBT ini merupakan kebijakan penyediaan harga gas murah bagi industri yang sudah berlangsung sejak 2020 namun hanya terbatas di tujuh sektor industri saja. Harga gas ditetapkan maksimal 6 dolar AS per juta unit termal Inggris (MMBtu)."Apabila semua sektor industri bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif, tentu akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional dan mendongkrak daya saing produk industri kita," kata Agus dalam keterangannya.Agus menilai kebijakan ini telah memberikan banyak dampak positif seperti peningkatan penerimaan pajak, peningkatan investasi, ekspor, hingga penurunan subsidi untuk pupuk. Kementerian Perindustrian merekomendasikan sekitar 140 perusahaan untuk dapat ikut memperoleh manfaat kebijakan gas murah ini.*1 dolar AS = 15.909 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Provinsi Sichuan di China tingkatkan kerja sama menyeluruh dengan Indonesia
Indonesia
•
24 Apr 2025

Huawei buka gerai ke-2 di Arab Saudi
Indonesia
•
01 Feb 2023

ADB proyeksikan perekonomian berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan 2025
Indonesia
•
13 Apr 2024

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen pada triwulan I 2022
Indonesia
•
09 May 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
