
Qantas Group perpanjang pengurangan penerbangan di tengah tingginya harga bahan bakar

Foto yang diabadikan pada 14 September 2022 ini menunjukkan penerbangan Qantas di Bandara Sydney di Sydney, Australia. (Xinhua/Hu Jingchen)
Qantas Group telah memperpanjang pengurangan layanan selama tiga bulan akibat tingginya harga bahan bakar.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Qantas Group pada Jumat (1/5) mengatakan maskapai penerbangan unggulannya dan maskapai penerbangan murah Jetstar telah memperpanjang pengurangan layanan selama tiga bulan akibat tingginya harga bahan bakar.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu menyatakan bahwa pengurangan kapasitas domestik sebesar 5 persen yang awalnya akan berdampak terhadap layanan Qantas dan Jetstar dari Mei hingga Juni telah diperpanjang selama tiga bulan hingga akhir September.
Selain itu, perusahaan tersebut mengatakan layanan Qantas dari Sydney ke Kota Bengaluru di India ditangguhkan sementara mulai Agustus hingga akhir Oktober, dan baik Qantas maupun Jetstar telah mengurangi penerbangan ke Selandia Baru.
Pesawat akan dialihkan untuk melayani lebih banyak penerbangan Qantas antara Australia dan Eropa di tengah tingginya permintaan.
Perubahan ini akan mengurangi kapasitas internasional di seluruh Qantas Group sebanyak 2 poin persentase untuk periode tiga bulan hingga akhir September.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran akan ekspor 40 turbin gas buatan dalam negerinya ke Rusia
Indonesia
•
24 Oct 2022

UEA komitmen investasi 469 triliun rupiah di Indonesia
Indonesia
•
04 Nov 2021

Tingkat pengangguran Kanada meningkat pada Februari 2024
Indonesia
•
11 Mar 2024

China akan buat kebijakan moneter lebih tertarget dan efektif
Indonesia
•
09 Jan 2023


Berita Terbaru

Mobil listrik Changan tawarkan biaya energi rendah, pengisian daya penuh mulai dari Rp48.000
Indonesia
•
22 Jun 2026

Meski Timur Tengah berdamai, ECB sebut ekonomi zona euro masih dibayangi risiko besar
Indonesia
•
23 Jun 2026

Pameran Rantai Pasokan Internasional China ke-4 dibuka di Beijing
Indonesia
•
23 Jun 2026

Ekspor minyak Arab Saudi jatuh ke rekor terendah 24 tahun, Selat Hormuz jadi sorotan
Indonesia
•
23 Jun 2026
