
China akan tingkatkan jaringan 5G menjadi 5G-A

Foto yang diabadikan pada 20 November 2021 ini menunjukkan venue Konferensi Internet Industri 5G+ China (China 5G+ Industrial Internet Conference) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Wu Zhizun)
Jaringan 5G-A mengungguli jaringan 5G yang ada saat ini dalam hal kecepatan, latensi, skala koneksi, dan konsumsi energi, mencapai tingkat kecepatan data puncak 10 gigabit per detik untuk pengunduhan dan 1 gigabit per detik untuk pengunggahan, serta latensi tingkat milidetik dan konektivitas berbiaya rendah untuk Internet of Things (IoT).
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China meluncurkan draf pedoman untuk pembangunan infrastruktur data di negara tersebut, yang meliputi peningkatan jaringan 5G ke standar 5G-A serta dorongan bagi penelitian, pengembangan, dan inovasi terkait 6G.China akan menyeimbangkan penyebaran gerbang (gateway) komunikasi internasional di daerah timur, tengah, dan barat negara itu, serta memperluas jalur informasi kabel bawah laut dan darat internasional. Sebuah internet satelit yang mengintegrasikan fasilitas luar angkasa dan Bumi juga akan dibangun, menurut dokumen yang dirilis oleh biro data nasional China pada Jumat (22/11).Pedoman yang dirilis untuk mengumpulkan pendapat tersebut menyatakan bahwa China akan memfasilitasi arus data bebas berskala besar, berbiaya rendah, dan aman, serta mendorong berbagai industri dan daerah untuk secara aktif mengeksplorasi infrastruktur teknologi baru di sejumlah bidang seperti blockchain dan komputasi yang melindungi privasi, dengan tujuan untuk menyediakan lingkungan pengiriman data yang berbiaya rendah, efisien, dan andal untuk transaksi terpusat maupun terdesentralisasi.China juga akan mengupayakan layout sumber daya komputasi yang layak, serta mempercepat pembangunan hijau dan koordinasi daya komputasi serbaguna, daya komputasi cerdas, dan daya komputasi super, menurut pedoman tersebut.China berencana memperkuat penerapan inovatif dari teknologi jaringan yang sedang berkembang, mengoptimalkan metode penagihan biaya jaringan, dan mengurangi biaya transmisi data antara daerah timur dan barat negara itu.Jaringan 5G-A mengungguli jaringan 5G yang ada saat ini dalam hal kecepatan, latensi, skala koneksi, dan konsumsi energi, mencapai tingkat kecepatan data puncak 10 gigabit per detik untuk pengunduhan dan 1 gigabit per detik untuk pengunggahan, serta latensi tingkat milidetik dan konektivitas berbiaya rendah untuk Internet of Things (IoT).Kota-kota seperti Beijing dan Shanghai sudah mulai menawarkan layanan jaringan 5G-A di beberapa distrik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China kembangkan serat pintar baru yang dapat pancarkan cahaya
Indonesia
•
12 Apr 2024

Pusat inovasi IPTEK akan dibangun di China barat
Indonesia
•
17 Apr 2023

Tim peneliti Australia kembangkan kulit manusia buatan lab yang punya sistem peredaran darah
Indonesia
•
23 Aug 2025

COVID-19 – Rusia luncurkan produksi vaksin ketiga
Indonesia
•
26 Mar 2021


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
