Menlu Wang Yi: China usulkan pendekatan tiga langkah untuk atasi isu Palestina

Aksi unjuk rasa pro-Palestina digelar di dalam kampus Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), pada 3 Mei 2024. (Xinhua/Ziyu Julian Zhu)
Isu Palestina merupakan inti dari masalah di Timur Tengah, sehingga masyarakat internasional harus mendukung faksi-faksi Palestina guna membentuk sebuah pemerintahan sementara dengan konsensus nasional untuk mengelola Gaza dan Tepi Barat secara efektif.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi pada Selasa (23/7) mengatakan bahwa negaranya mengusulkan pendekatan tiga langkah untuk mengatasi isu Palestina.Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), melontarkan pernyataan tersebut saat menghadiri upacara penutupan dialog rekonsiliasi antarfaksi-faksi Palestina dan menyaksikan penandatanganan deklarasi yang mengakhiri perpecahan dan memperkuat persatuan oleh 14 faksi Palestina.Meninjau bahwa isu Palestina merupakan inti dari masalah di Timur Tengah, Wang menyebutkan bahwa China, salah satu negara pertama yang mengakui Organisasi Pembebasan Palestina dan Negara Palestina, tidak memiliki kepentingan pribadi terkait isu Palestina dan selalu dengan tegas mendukung rakyat Palestina dalam memulihkan hak-hak nasional mereka yang sah.Menlu Wang mengatakan bahwa konflik di Gaza semakin berlarut-larut, dan dampaknya juga semakin meluas. "Untuk keluar dari situasi konflik saat ini, China mengusulkan pendekatan tiga langkah."Langkah pertama adalah mendorong gencatan senjata yang komprehensif, langgeng, dan berkelanjutan di Jalur Gaza sesegera mungkin dan memastikan bantuan kemanusiaan serta akses bantuan. Komunitas internasional harus bersatu dalam isu gencatan senjata.Langkah kedua adalah menegakkan prinsip "rakyat Palestina yang memerintah Palestina" dan bekerja sama untuk mendorong pemerintahan pascaperang di Gaza. Gaza merupakan wilayah yang tak terpisahkan dan penting dari Palestina, serta memulai rekonstruksi pascaperang sesegera mungkin telah menjadi isu yang mendesak pada tahap berikutnya. Masyarakat internasional harus mendukung faksi-faksi Palestina guna membentuk sebuah pemerintahan sementara dengan konsensus nasional untuk mengelola Gaza dan Tepi Barat secara efektif.Langkah ketiga adalah mendorong Palestina untuk menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mulai menerapkan solusi dua negara. Konferensi perdamaian internasional yang lebih signifikan, lebih berwibawa, dan lebih efektif harus didukung, serta tabel waktu (timetable) dan peta jalan untuk itu harus dibuat.Wang mengatakan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan adalah prioritas utama, "rakyat Palestina yang memerintah Palestina" merupakan prinsip dasar rekonstruksi pascaperang di Gaza, dan solusi dua negara adalah jalan keluar yang mendasar untuk masa depan. "Masyarakat internasional harus mendukung pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan pendekatan tiga langkah dengan sikap yang serius."Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Jumlah kasus COVID-19 di Wuhan dipertanyakan
Indonesia
•
04 Apr 2020

Thailand perketat kontrol perbatasan usai putus pasokan listrik ke Myanmar
Indonesia
•
07 Feb 2025

Serangan udara skala besar Israel di Lebanon tewaskan hampir 500 orang, tuai kecaman dari Timur Tengah
Indonesia
•
25 Sep 2024

Netanyahu setujui rencana operasi militer di Rafah, tolak tuntutan Hamas
Indonesia
•
16 Mar 2024
Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
