Belanja pertahanan NATO pada 2025 tembus 23,7 kuadriliun rupiah

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) Mark Rutte berbicara dalam sebuah konferensi pers di Brussel, Belgia, pada 26 Maret 2026. (Xinhua/Peng Ziyang)

Anggota NATO di Eropa dan Kanada secara signifikan meningkatkan pembelanjaan militer, dengan total pembelanjaan pertahanan gabungan mereka mencapai 574 miliar dolar AS pada 2025, naik 20 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) terus meningkatkan pembelanjaan pertahanan pada 2025, dengan total pembelanjaan diperkirakan melampaui 1,4 triliun dolar AS, demikian menurut laporan tahunan organisasi tersebut yang dirilis pada Kamis (26/3).

*1 dolar AS = 16.903 rupiah

Laporan itu menyebutkan bahwa anggota NATO di Eropa dan Kanada secara signifikan meningkatkan pembelanjaan militer, dengan total pembelanjaan pertahanan gabungan mereka mencapai 574 miliar dolar AS pada 2025, naik 20 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.

Semua negara anggota NATO memenuhi atau melampaui target jangka panjang aliansi untuk mengalokasikan 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada 2025, kata laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa Polandia, Lithuania, dan Latvia mencapai target baru NATO untuk mengalokasikan 3,5 persen dari PDB untuk pembelanjaan pertahanan inti.

Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Den Haag, Belanda, pada Juni 2025, para pemimpin NATO sepakat untuk menaikkan pengeluaran terkait pertahanan tahunan menjadi 5 persen dari PDB per 2035. Berdasarkan rencana tersebut, sebesar 3,5 persen akan dialokasikan untuk kebutuhan pertahanan inti, sementara 1,5 persen sisanya akan dialokasikan untuk bidang keamanan yang lebih luas, seperti perlindungan infrastruktur krusial dan penguatan keamanan siber.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait