
Menhan Israel: Israel akan perluas operasi ke sebagian besar wilayah Gaza

Anak-anak Palestina yang mengungsi terlihat di Universitas Islam Gaza (Islamic University of Gaza), yang rusak akibat pengeboman Israel, di Gaza City, pada 11 April 2025. Universitas Islam Gaza, salah satu universitas terbesar di Jalur Gaza, kini diubah menjadi tempat perlindungan bagi ratusan keluarga Palestina (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel telah menghancurkan lebih dari 90 persen infrastruktur air dan sanitasi di Gaza, menghalangi kru teknis untuk mencapai jalur tersebut guna memperbaiki fasilitas yang rusak, menargetkan para pekerja yang sedang melaksanakan misi kemanusiaan mereka, serta memblokir pasokan listrik dan bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sumur dan pabrik desalinasi, dan masih banyak lagi.
Yerusalem/Gaza, Wilayah Palestina yang diduduki/Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, pada Sabtu (12/4) mengatakan bahwa Israel akan segera memperluas operasinya ke sebagian besar wilayah Jalur Gaza.Dia menyampaikan kepada penduduk Gaza dalam sebuah pesan bahwa mereka harus mengungsi sehubungan dengan operasi-operasi yang akan segera dilakukan."Bagi mereka yang berminat, perlintasan secara sukarela ke beberapa negara juga akan dimungkinkan," ujar Katz, merujuk pada proposal relokasi kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penduduk Gaza, yang menurutnya "sedang diupayakan" oleh Israel sesuai dengan rencana Washington."Ini momen terakhir untuk menyingkirkan Hamas, membebaskan semua sandera Israel, dan mengakhiri perang," ujar Katz.Sebelumnya pada hari itu, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah sepenuhnya mengepung Kota Rafah di Gaza selatan dengan merampungkan pembangunan "Koridor Morag", sebuah rute di bagian selatan Jalur Gaza yang dirancang untuk memisahkan Rafah dan Khan Younis.IDF menyatakan bahwa mereka akan memperluas kendali operasional atas koridor itu dan melakukan operasi "kontraterorisme" di area tersebut. Militer Israel, melalui penguasaan rute utama, telah mengubah area antara "Koridor Morag" dan "Koridor Philadelpi" yang berada di dekat perbatasan dengan Mesir menjadi bagian dari zona keamanannya.
Para pengungsi Palestina mengambil air di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara pada 10 April 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hizbullah luncurkan sekitar 100 roket dan ‘drone’ ke Israel
Indonesia
•
08 Mar 2026

Induk KFC, Yum Brands Inc. hentikan pengembangan di pasar utama Rusia
Indonesia
•
09 Mar 2022

Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai PM Jepang
Indonesia
•
22 Oct 2025

Tragedi Ceuta Spanyol: 57 migran tewas, puluhan ribu lainnya berbalik ke Maroko
Indonesia
•
01 Aug 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
