
Netanyahu: Israel siap bahas gencatan senjata permanen di Gaza jika Hamas lucuti senjata

Kepulan asap membubung pascaserangan udara Israel di area permukiman al-Tuffah di Gaza City timur pada 29 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel siap untuk bernegosiasi mengenai gencatan senjata permanen di Gaza selama periode gencatan senjata 60 hari yang diusulkan, tetapi hanya jika wilayah tersebut didemiliterisasi sepenuhnya.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (10/7) mengatakan bahwa Israel siap untuk bernegosiasi mengenai gencatan senjata permanen di Gaza selama periode gencatan senjata 60 hari yang diusulkan, tetapi hanya jika wilayah tersebut didemiliterisasi sepenuhnya."Pada awal gencatan senjata, kami akan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen, yaitu gencatan senjata permanen," kata Netanyahu dalam pesan video dari Washington, tempat dia sedang berkunjung."Untuk mencapai hal itu, maka harus dilakukan berdasarkan syarat-syarat dasar yang telah kami tetapkan: Hamas harus menyerahkan senjatanya, Gaza harus didemiliterisasi, dan Hamas tidak boleh lagi memiliki kemampuan pemerintahan atau militer," ujarnya.
Sebuah ambulans terlihat di dekat lokasi serangan udara Israel di Gaza City pada 27 Juni 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 1 Juni 2025 ini menunjukkan pasukan Israel yang beroperasi di Jalur Gaza. Sedikitnya 31 warga Palestina tewas pada 1 Juni 2025 akibat tembakan Israel di dekat sebuah pusat bantuan kemanusiaan di Gaza selatan, menurut sumber-sumber Palestina. (Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Lebanon sebut normalisasi dengan Israel tidak masuk dalam agenda
Indonesia
•
12 Jul 2025

Pembelian alkohol di Rusia meningkat selama pandemik COVID-19
Indonesia
•
02 Apr 2020

Workers World: Peledakan pipa gas Nord Stream merupakan "tindakan perang"
Indonesia
•
07 Mar 2023

Diplomat China: China dan Rusia dorong multipolaritas dunia dan demokrasi yang lebih besar
Indonesia
•
14 Jul 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
