
Israel tolak proposal gencatan senjata Hamas, bertekad lanjutkan serangan di Gaza City

Foto yang diabadikan pada 1 September 2025 ini menunjukkan tenda-tenda untuk para pengungsi Palestina di Jalan al-Rasheed di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel menolak proposal Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata komprehensif di Gaza guna mengakhiri perang, dengan menyatakan bahwa militernya akan terus mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Gaza City.
Gaza/Yerusalem, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Israel pada Rabu (3/9) menolak proposal Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata komprehensif di Gaza guna mengakhiri perang, dengan menyatakan bahwa militernya akan terus mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Gaza City.Dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis pada Rabu (3/9), Hamas menegaskan kembali kesediaannya untuk mencapai "kesepakatan komprehensif" dengan para sandera Israel di Gaza akan dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di Israel sesuai kesepakatan.Menurut Hamas, kesepakatan tersebut juga akan mencakup gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembukaan kembali perlintasan perbatasan untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan pasokan esensial, serta dimulainya rekonstruksi.Hamas juga menyatakan dukungan untuk pembentukan administrasi nasional independen yang terdiri dari kalangan teknokrat untuk segera mengambil alih tanggung jawab dalam mengelola urusan sipil di Gaza.Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak pernyataan tersebut dan menganggapnya sebagai "manipulasi."Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Netanyahu mengatakan Israel akan setuju untuk mengakhiri perang hanya jika Hamas menerima kendali keamanan penuh Israel atas Jalur Gaza, demiliterisasi Hamas dan Gaza, pembentukan administrasi non-Palestina, serta pembebasan semua sandera.Israel Katz, menteri pertahanan Israel, juga menolak proposal Hamas, dengan mengatakan militer terus melakukan persiapan "dengan kekuatan penuh" untuk merebut Gaza City.Katz memperingatkan bahwa Hamas akan "segera menyadari bahwa mereka harus memilih antara dua opsi: menerima persyaratan Israel untuk mengakhiri perang, yang utama dan terpenting pembebasan semua sandera dan pelucutan senjata, atau menyaksikan Gaza mengalami nasib serupa dengan Rafah dan Beit Hanoun."Setelah Hamas menerima proposal yang dimediasi oleh Qatar bulan lalu, Israel tidak memberikan tanggapan maupun mengajukan proposal tersebut untuk persetujuan kabinet. Pekan lalu, Netanyahu menyebutkan Israel akan mempertimbangkan kesepakatan komprehensif, namun dia juga mengindikasikan kesepakatan semacam itu tidak dapat difinalisasi dalam waktu dekat.Serangan Israel yang berlangsung hampir dua tahun telah membuat daerah kantong Palestina dalam kondisi porak-poranda dan menyebabkan kelaparan massal. Menurut otoritas kesehatan di Gaza, sedikitnya 63.746 orang tewas akibat serangan udara dan tembakan yang dilancarkan Israel sejak Oktober 2023.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Rusia peringatkan "malapetaka global" menyusul pasokan senjata ofensif ke Ukraina
Indonesia
•
23 Jan 2023

UEA kecam pernyataan Netanyahu terkait usulan dirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Indonesia
•
09 Feb 2025

Pemimpin Iran: Ukraina adalah 'korban' dari kebijakan AS
Indonesia
•
01 Mar 2022


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
