
Fokus Berita – Meski unggul di medan perang, Israel terperosok dalam perang tanpa strategi politik untuk keluar

Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 19 Mei 2025 ini menunjukkan pasukan Israel dalam sebuah operasi di Jalur Gaza. (Xinhua/IDF)
Israel masih terjebak dalam perang berkepanjangan, tanpa strategi yang jelas untuk keluar dari perang yang dibuatnya sendiri.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir dua tahun berkutat dalam konflik multifront, Israel telah mencapai kemajuan militer yang nyata, di antaranya melumpuhkan infrastruktur Hamas di Gaza, menembus jauh ke dalam pertahanan Iran, dan memberikan pukulan kepada Hizbullah di Lebanon. Namun, Israel masih terjebak dalam perang berkepanjangan, tanpa strategi yang jelas untuk keluar dari perang tersebut.Para analis mengatakan bahwa meskipun kampanye militer Israel telah mencapai beberapa kemajuan, ketiadaan strategi politik yang koheren telah membuat tujuan-tujuannya yang lebih luas menjadi tidak jelas. Pemerintah Israel mendorong untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Arab, disertai dengan pengabaian yang disengaja terhadap isu Palestina, sehingga membatasi prospek rekonsiliasi regional jangka panjang.Konflik di Gaza telah menyebabkan kehancuran yang meluas, menghancurkan sebagian besar infrastruktur daerah kantong tersebut, dan menewaskan sedikitnya 58.895 orang, papar otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza. Besarnya jumlah korban jiwa telah menarik perhatian internasional, namun tidak ada tanda-tanda adanya perubahan dalam kebijakan Israel.Kalangan kritikus menilai bahwa kelanjutan perang ini hanya melayani kepentingan koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mencakup partai-partai sayap kanan dan ultra-Ortodoks. Netanyahu, yang sedang diadili atas tuduhan korupsi, menghadapi perpecahan internal dan jajak pendapat yang secara konsisten menunjukkan hasil buruk. Survei-survei terbaru menunjukkan bahwa mitra-mitra koalisi Netanyahu tidak akan memenangkan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan jika pemilihan umum diadakan hari ini."Koalisi saat ini benar-benar berkomitmen untuk melanjutkan perang," kata Roee Kibrik, kepala penelitian di Mitvim, Institut Kebijakan Luar Negeri Regional Israel. "Kelangsungan koalisi ini bergantung pada kelanjutan perang."
Massa melakukan aksi unjuk rasa di Tel Aviv, Israel, pada 6 Juli 2025, menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza dan kesepakatan dengan Hamas untuk mengamankan pembebasan sandera. (Xinhua/Jamal Awad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel lanjutkan serangan udara di pinggiran Beirut, Hizbullah bersumpah akan berjuang sampai menang
Indonesia
•
08 Nov 2024

Semua layanan komunikasi dan internet di Gaza akan terhenti
Indonesia
•
18 Nov 2023

Kunjungan Blinken ke China disambut positif
Indonesia
•
18 Jan 2023

Sedikitnya 1.000 demonstran protes kebijakan iklim di Sidney dan Melbourne
Indonesia
•
07 Nov 2021


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
