Banner

Israel akan uji peluru yang tewaskan Shireen Abu Akleh, Palestina tak setuju

Warga Palestina mengantarkan jenazah Shireen Abu Akleh ke pamakaman pada Jumat (13/5/2022). (Channel 4 News/YouTube/tangkapan layar)

Israel mengatakan Abu Akleh mungkin terkena tembakan nyasar tentaranya atau oleh salah satu pria bersenjata Palestina yang bentrok dengan pasukan Israel.

 

Banner

Jakarta (Indonesia Window) – Israel mengatakan pada Ahad akan menguji peluru yang menewaskan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh untuk menentukan apakah salah satu tentaranya menembak dengan sengaja.

Israel menambahkan, seorang pengamat AS akan hadir untuk prosedur penyelidikan yang dapat memberikan hasil dalam beberapa jam.

Sejumlah warga negara Palestina, yang pada Sabtu (2/7) menyerahkan peluru itu kepada seorang koordinator keamanan AS, mengatakan bahwa mereka telah diyakinkan bahwa Israel tidak akan ambil bagian dalam uji balistik.

Banner

Washington belum berkomentar tentang hal ini karena Amerika Serikat tengah menyambut liburan akhir pekan untuk menandai Hari Kemerdekaan 4 Juli.

Kematian jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh pada 11 Mei selama serangan Israel di Tepi Barat yang diduduki, dan perseteruan antara Palestina dan Israel tentang kasus ini, telah membayangi kunjungan Presiden AS Joe Biden yang dijadwalkan bulan ini.

Orang-orang Palestina menuduh militer Israel membunuh Abu Akleh dengan sengaja. Hal ini telah dibuktikan oleh penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diumumkan pada 24 Juni, bahwa peluru yang menewaskan jurnalis TV Shireen Abu Akleh pada 11 Mei lalu ditembakkan oleh pasukan Israel.

Banner

Israel menyangkal hal itu, dengan mengatakan Abu Akleh mungkin terkena tembakan nyasar tentaranya atau oleh salah satu pria bersenjata Palestina yang bentrok dengan pasukan Israel.

“Tes (balistik) tidak akan dilakukan di Amerika. Tes tersebut akan menjadi tes Israel, dengan kehadiran Amerika di seluruh wilayah,” kata juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Ran Kochav.

“Dalam beberapa hari atau jam mendatang akan menjadi jelas apakah bahkan kami yang membunuhnya, secara tidak sengaja, atau apakah itu orang-orang bersenjata Palestina,” katanya kepada Army Radio. “Jika kami membunuhnya, kami akan bertanggung jawab dan menyesali apa yang terjadi.”

Banner

Akram al-Khatib, jaksa umum untuk Otoritas Palestina, mengatakan tes akan berlangsung di Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

“Kami mendapat jaminan dari koordinator Amerika bahwa pemeriksaan akan dilakukan oleh mereka dan pihak Israel tidak akan ambil bagian,” kata Al-Khatib kepada radio Voice of Palestine, seraya menambahkan bahwa dia mengharapkan peluru itu akan dikembalikan pada Ahad.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS mengatakan, “Kami tidak memiliki perkembangan baru saat ini.”

Banner

Biden diperkirakan akan mengadakan pertemuan terpisah dengan para pemimpin Palestina dan Israel pada 13-16 Juli. Kasus Abu Akleh akan menjadi ujian diplomatik dan domestik bagi Perdana Menteri baru Israel Yair Lapid.

Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Yoav Segalovitz mengatakan Lapid telah terlibat dalam “menerima dan mentransfer peluru ini.”

“Ini akan memakan waktu beberapa hari untuk melakukan tes balistik, dengan beberapa ahli, untuk memastikan bahwa ada penilaian yang tegas,” kata Segalovitz kepada Army Radio.

Banner

Sumber: Reuters; AFP

Laporan: Redaksi

Banner

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner
Banner

Iklan