
Iran tegaskan Selat Hormuz bukan teater kekuatan asing, tolak rencana Inggris dan Prancis kerahkan misi militer

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang diplomat senior Iran pada Sabtu (4/7) memperingatkan bahwa Selat Hormuz bukanlah "teater" bagi kekuatan luar kawasan untuk mempertontonkan kekuatan militer.
"Iran, sebagai otoritas yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, memperingatkan terhadap setiap pergerakan militer di jalur perairan yang sensitif itu," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi di platform media sosial X.
Keamanan selat tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Iran dan Oman, tutur Gharibabadi, seraya menepis pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Jumat (3/7) oleh perdana menteri Inggris yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Keir Starmer, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pernyataan mereka, Starmer dan Macron menyebut jalur perairan itu sebagai "urat nadi vital" bagi perekonomian global. Keduanya juga menyatakan, "Memulihkan pelayaran yang aman bagi kapal-kapal dari semua negara melalui selat tersebut merupakan masalah yang menjadi perhatian global."
Keduanya mengatakan bahwa Oman telah sepakat untuk bekerja sama dengan Inggris dan Prancis guna memastikan "perairan teritorial kedaulatannya aman untuk pelayaran," seraya menegaskan bahwa Inggris dan Prancis "juga siap mengerahkan Misi Militer Multinasional yang lebih luas untuk mendukung kebebasan navigasi" di selat tersebut.
Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Fars, dengan mengutip data pelacakan maritim terbaru, pada Sabtu melaporkan bahwa delapan kapal yang berupaya melintasi jalur perairan tersebut di sepanjang pesisir Oman telah berbalik arah.
Pada hari yang sama, Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah kapal itu "sempat mencapai ujung Semenanjung Musandam yang menjorok ke titik sempit tersebut, sebelum akhirnya berbalik arah secara tiba-tiba."
"Satu kapal tanker minyak mentah, dua kapal tanker produk minyak, dan satu kapal kargo curah kemudian berlayar ke arah utara untuk mengambil rute keluar" sesuai arahan Iran, menurut laporan tersebut.
Iran telah memperketat kendalinya terhadap Selat Hormuz sejak 28 Februari dengan melarang kapal-kapal yang dimiliki atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS melintas dengan aman, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS beri sanksi ke militer Rwanda atas dugaan dukungan untuk M23, Kigali tolak tuduhan
Indonesia
•
03 Mar 2026

Kanselir Jerman Olaf Scholz siap maju untuk masa jabatan kedua
Indonesia
•
27 Jul 2024

China desak AS hentikan perundungan dan pembatasan mahasiswanya dengan dalih keamanan nasional
Indonesia
•
07 Jan 2024

AS desak warganya tinggalkan Iran setelah wilayah udaranya kembali dibuka
Indonesia
•
24 Apr 2026


Berita Terbaru

Upacara penghormatan dua hari bagi mendiang pemimpin tertinggi Iran dimulai di Teheran
Indonesia
•
05 Jul 2026

Kemenlu Rusia: Hampir 8.500 warga sipil tewas akibat serangan Ukraina sejak Februari 2022
Indonesia
•
04 Jul 2026

100.000 anak Lebanon terancam gagal masuk sekolah akibat dampak perang
Indonesia
•
03 Jul 2026

Saat Uganda berhasil tekan Ebola, ancaman baru bernama Marburg muncul
Indonesia
•
03 Jul 2026
