
AS desak warganya tinggalkan Iran setelah wilayah udaranya kembali dibuka

Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan pusat kota Teheran, Iran. Iran menutup wilayah udaranya usai diserang oleh Israel dan Amerika Serikat. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (22/4) mendesak warga negara AS yang berada di Iran untuk meninggalkan negara Timur Tengah itu setelah wilayah udara Iran mulai dibuka kembali secara parsial.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Biro Urusan Konsuler Deplu AS mendesak warga Amerika untuk memantau perkembangan informasi di media lokal serta menghubungi maskapai penerbangan komersial guna mendapatkan informasi mengenai jadwal penerbangan outbound.
Anjuran tersebut menyebutkan bahwa warga negara AS juga dapat melakukan perjalanan melalui jalur darat menuju Armenia, Azerbaijan, Turkiye, dan Turkmenistan. Namun, imbauan itu memperingatkan untuk tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan, Irak, atau wilayah perbatasan Pakistan-Iran.
Iran menutup wilayah udaranya menyusul serangan gabungan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Negara tersebut kembali membuka wilayah udaranya di bagian timur untuk penerbangan internasional pada Sabtu (18/4), yang membuka jalan bagi dimulainya kembali pengoperasian bandara secara parsial.
Dalam sebuah laporan pada Ahad (19/4), Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (Islamic Republic of Iran Broadcasting/IRIB) mengutip pernyataan seorang pejabat senior dari Organisasi Penerbangan Sipil Iran yang mengatakan wilayah udara negara tersebut akan dibuka kembali dalam empat fase.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tabung Haji Malaysia siapkan cetak biru 2020-2024 tingkatkan layanan Haji
Indonesia
•
16 Dec 2019

Presiden UEA tolak relokasi warga Palestina saat bertemu Menlu AS
Indonesia
•
20 Feb 2025

AS izinkan kapal tanker minyak Rusia masuk Kuba usai berbulan-bulan blokade
Indonesia
•
30 Mar 2026

Wisatawan China paling banyak kunjungi Saudi
Indonesia
•
01 Nov 2019


Berita Terbaru

Trump tak tahu kapan harus akhiri perang dengan Iran
Indonesia
•
24 Apr 2026

Pembersihan ranjau di Selat Hormuz bisa berlangsung hingga 6 bulan
Indonesia
•
24 Apr 2026

AS perpanjang gencatan senjata dengan Iran
Indonesia
•
22 Apr 2026

Menteri Ketenagakerjaan AS mundur di tengah penyelidikan dugaan pelanggaran etika
Indonesia
•
21 Apr 2026
