
Prancis dan Oman sepakat bersihkan ranjau di Selat Hormuz, keamanan jalur minyak dunia jadi prioritas

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Prancis dan Oman sepakat untuk bekerja sama dengan mitra-mitra mereka guna membersihkan ranjau di Selat Hormuz demi mengamankan jalur maritim, demikian disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (29/6).
Macron menyampaikan pernyataan tersebut di platform media sosial X setelah mengadakan pembicaraan dengan Sultan Oman Haitham bin Tarik, yang sedang melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Prancis.
"Kami telah memutuskan untuk bekerja sama, bersama dengan mitra-mitra kami, dalam pembersihan ranjau di selat tersebut guna mengamankan jalur maritim dan menjamin kebebasan navigasi tanpa syarat melalui Selat Hormuz," kata Macron.
Pengumuman ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan maritim di Selat Hormuz.
Pada Sabtu (27/6) pekan lalu, Pusat Informasi Maritim Gabungan (Joint Maritime Information Center/JMIC) pimpinan AS menaikkan level ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz dari level sedang menjadi substansial.
Imbauan tersebut dikeluarkan oleh badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO). JMIC merupakan badan penasihat maritim multinasional, sedangkan UKMTO berperan sebagai salah satu mitra utama dalam pertukaran informasi JMIC.
Pemberitahuan tersebut juga memperingatkan para pelaut mengenai keberadaan ranjau di wilayah itu serta menyebutkan bahwa pasukan angkatan laut diperkirakan akan beroperasi di wilayah itu seiring berlanjutnya pembersihan ranjau.
Pelayaran melalui Selat Hormuz sempat berangsur pulih setelah AS dan Iran baru-baru ini mencapai sebuah nota kesepahaman (MoU), yang mendorong JMIC pada 18 Juni menurunkan level ancaman keamanan maritim di perairan sekitar menjadi sedang.
Namun, sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal tanker minyak masing-masing diserang di perairan sekitar pada Kamis (25/6) dan Sabtu (27/6) pekan lalu.
Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS pada Jumat (26/6) pekan lalu menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal komersial di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Prancis dan Oman sepakat bersihkan ranjau di Selat Hormuz, keamanan jalur minyak dunia jadi prioritas
Indonesia
•
30 Jun 2026

Afsel kritik AS karena halangi partisipasinya di KTT G20 2026
Indonesia
•
29 Nov 2025

5 negara bagian AS desak Elon Musk perbaiki chatbot X yang sebarkan hoaks tentang pemilu
Indonesia
•
09 Aug 2024

Trump tarik kembali undangan untuk PM Kanada gabung Dewan Perdamaian
Indonesia
•
23 Jan 2026


Berita Terbaru

Feature – Menanti perdamaian di dekat Gaza
Indonesia
•
13 Oct 2026

Demam Lassa di Nigeria telan korban 268 jiwa, sanitasi buruk perburuk wabah
Indonesia
•
14 Oct 2026

Minyak dan gas di Malvinas jadi sengketa, Argentina minta Inggris hentikan eksploitasi
Indonesia
•
14 Oct 2026

Netanyahu desak penyelidikan terhadap ‘whistleblower’ dalam film dokumenter NAZA
Indonesia
•
12 Oct 2026
