
AS beri sanksi ke militer Rwanda atas dugaan dukungan untuk M23, Kigali tolak tuduhan

Foto yang diabadikan pada 26 Juni 2025 ini menunjukkan pemandangan kota di Kigali, Rwanda. (Xinhua/Cyril Ndegeya)
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Pasukan Pertahanan Rwanda (Rwanda Defence Force/RDF) dan empat pejabat seniornya, dengan dalih dugaan dukungan untuk Gerakan 23 Maret (March 23 Movement/M23) di Republik Demokratik Kongo bagian timur.
Kigali, Rwanda (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) pada Senin (2/3) menjatuhkan sanksi kepada Pasukan Pertahanan Rwanda (Rwanda Defence Force/RDF) dan empat pejabat seniornya, dengan dalih dugaan dukungan untuk Gerakan 23 Maret (March 23 Movement/M23) di Republik Demokratik (RD) Kongo bagian timur.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC) di bawah naungan Departemen Keuangan AS mengatakan RDF "secara aktif mendukung, melatih, dan bertempur bersama" M23, yang dijatuhi sanksi oleh AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta krisis pengungsian massal di RD Kongo.
Departemen Keuangan AS juga menuduh RDF mengerahkan pasukan dan peralatan militer ke Kongo timur, yang berkontribusi terhadap perluasan wilayah kelompok bersenjata tersebut, termasuk penguasaan sejumlah kota penting dan kawasan pertambangan.
Rwanda langsung menolak tuduhan AS itu, menyebut sanksi tersebut sebagai tindakan yang tidak adil serta sepihak.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin malam waktu setempat, Kigali mengatakan langkah-langkah tersebut "secara tidak adil menargetkan hanya satu pihak dalam proses perdamaian, memutarbalikkan kenyataan, serta mendistorsi fakta-fakta konflik di RD Kongo bagian timur."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

IAEA: Kerusakan bendungan Kakhovka di Ukraina tak berisiko langsung pada PLTN Zaporizhzhia
Indonesia
•
07 Jun 2023

29 tewas, 17 hilang dalam kecelakaan pesawat militer di Filipina bagian selatan
Indonesia
•
04 Jul 2021

Presiden Yoon Suk-yeol ditangkap tim investigasi gabungan Korsel
Indonesia
•
15 Jan 2025

Perundingan Rusia-Ukraina di UEA hasilkan kesepakatan tukar tawanan, isu utama belum tuntas
Indonesia
•
06 Feb 2026


Berita Terbaru

Belanda beli satu lagi sistem pertahanan udara Patriot dari perusahaan AS Raytheon
Indonesia
•
10 Apr 2026

Fokus Berita – Trump sebut Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata 2 pekan, tuai banyak penolakan
Indonesia
•
10 Apr 2026

Lebih dari 1.530 orang tewas di Lebanon sejak eskalasi terbaru pecah
Indonesia
•
10 Apr 2026

Trump frustasi NATO tolak bantu AS dalam perang lawan Iran
Indonesia
•
10 Apr 2026
