
Abbas: Palestina inginkan Negara Palestina yang bebas militerisasi, termasuk Gaza

Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dalam sebuah pertemuan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 23 April 2025. (Xinhua/Ayman Nobani)
Kepemimpinan Palestina menginginkan Negara Palestina yang bebas dari militerisasi, termasuk Jalur Gaza, serta untuk mengambil alih tanggung jawab penuh di Jalur Gaza dengan dukungan Arab dan internasional, serta penarikan penuh Israel.
Ramallah, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (1/8) mengatakan bahwa kepemimpinan Palestina menginginkan Negara Palestina yang bebas dari militerisasi, termasuk Jalur Gaza.Pernyataan tersebut disampaikannya saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul di kantor pusat kepresidenan di Kota Ramallah, Tepi Barat, menurut kantor berita Palestina WAFA.Abbas menekankan bahwa prioritas saat ini adalah gencatan senjata segera dan permanen di Gaza, masuknya bantuan kemanusiaan untuk menghentikan "perang kelaparan," serta pembebasan sandera dan tahanan.Dirinya menekankan pentingnya Negara Palestina untuk mengambil alih tanggung jawab penuh di Jalur Gaza dengan dukungan Arab dan internasional, serta penarikan penuh Israel.Dia juga menyerukan kepada Israel untuk menghentikan aktivitas permukiman di Tepi Barat, menghentikan upaya aneksasi, dan mengakhiri "terorisme pemukim," serta membebaskan dana Palestina yang ditahan.Abbas menegaskan kesiapannya untuk mengadakan pemilihan umum, yang tidak akan melibatkan kekuatan politik dan individu yang tidak mematuhi program dan komitmen Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO), legitimasi internasional, serta prinsip satu negara, satu hukum, dan "satu senjata yang sah."Sementara itu, menlu Jerman menekankan pentingnya bagi Negara Palestina untuk mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza setelah berakhirnya perang, karena itulah satu-satunya entitas sah yang mewakili rakyat Palestina dan sangat penting bagi Negara Palestina untuk berkontribusi dalam rekonstruksi Gaza, demikian dilansir WAFA.Dia menekankan kesiapan negaranya untuk memberikan dukungan dan kontribusi yang diperlukan bagi Otoritas Palestina dalam upaya rekonstruksinya.Dia mendesak Israel untuk melepaskan dana Palestina yang saat ini ditahan, seraya menekankan bahwa dana tersebut merupakan hak Palestina, dan penahanannya yang terus berlanjut mengancam stabilitas.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Karhutla yang menyebar cepat paksa evakuasi di Texas, AS
Indonesia
•
07 Sep 2023

Pemerintahan Trump akan deportasi imigran ke negara ketiga
Indonesia
•
24 Jun 2025

Rusia dan Kuba sepakat perkuat hubungan bilateral
Indonesia
•
16 Jun 2023

Google beli kantor Central Saint Giles London seharga 1 miliar dolar AS
Indonesia
•
05 Feb 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
