
Iran sebut 10 badan intelijen asing berada di balik kerusuhan baru-baru ini

Sejumlah kendaraan yang rusak akibat kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, pada 21 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)
Ruang komando asing didirikan setelah konflik selama 12 hari pada Juni untuk menciptakan kekacauan internal di Iran, memprovokasi intervensi militer, dan memobilisasi kelompok-kelompok yang dianggap sebagai ancaman.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (Iran's Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) pada Jumat (23/1) mengatakan 10 badan intelijen asing berada di balik insiden "teroris" baru-baru ini di negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan di media resminya, Sepah News, IRGC menggambarkan insiden tersebut sebagai bagian dari "rencana Amerika Serikat (AS)-Israel" yang gagal untuk mengancam integritas teritorial dan nasional Iran. Pernyataan itu menyebutkan sebuah "ruang komando" asing didirikan setelah konflik selama 12 hari pada Juni untuk menciptakan kekacauan internal, memprovokasi intervensi militer, dan memobilisasi kelompok-kelompok yang dianggap sebagai ancaman, tanpa memberikan bukti.
IRGC mengatakan pihaknya telah menggagalkan rencana-rencana tersebut dari Juni hingga akhir Desember, menahan 735 orang yang terkait dengan "jaringan antikeamanan", membina 11.000 "individu rentan", dan menyita 743 senjata ilegal.
Dalam pernyataan terpisah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut kerusuhan itu sebagai "kudeta semu" yang didukung oleh AS dan Israel, menurut kantor berita resmi IRNA. Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan via telepon dengan Ketua Parlemen Turkiye Numan Kurtulmus pada Kamis (22/1). Dalam kesempatan itu, dia juga berterima kasih kepada Turkiye atas kebijakan nonintervensinya dalam urusan dalam negeri Iran.
Aksi unjuk rasa meletus di seluruh Iran pada bulan lalu karena masalah ekonomi sebelum kemudian berkembang menjadi isu politik dan berujung kekerasan, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan luas pada properti publik, masjid, gedung pemerintah, dan bank. Otoritas Iran menyalahkan AS dan Israel karena menghasut kerusuhan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Turkiye bantah kirim senjata ke Pakistan, Erdogan minta India dan Pakistan tahan diri
Indonesia
•
29 Apr 2025

Jaksa Tokyo geledah lokasi-lokasi terkait faksi LDP yang diterpa skandal
Indonesia
•
20 Dec 2023

Arab Saudi promosikan ekowisata
Indonesia
•
27 Nov 2021

Hizbullah peringatkan operasi balas dendam atas serangan Israel terhadap warga sipil
Indonesia
•
14 Nov 2023


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
