
Iran klaim tutup Selat Hormuz, AS tegaskan kapal tetap melintas tanpa tarif selama gencatan senjata

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman bagian utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (20/6) mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, dengan lalu lintas kapal komersial melalui jalur perairan tersebut yang terus meningkat.
"Pelayaran yang aman melalui jalur perairan internasional tersebut tetap terjaga hingga hari ini dengan 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global," demikian disampaikan CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran ditaati, dipatuhi, dan berlaku secara penuh," menurut pernyataan tersebut.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada Fox News pada Sabtu bahwa AS "tidak melihat adanya bukti bahwa pihak Iran masih berupaya menutup Selat Hormuz."
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (20/6) mengatakan tidak akan ada tarif yang dikenakan di Selat Hormuz selama gencatan senjata sementara 60 hari dengan Iran maupun setelah periode itu berakhir.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menuturkan bahwa AS dapat memberlakukan tarif jika kesepakatan akhir tidak tercapai.
"TIDAK akan ada TARIF di Selat Hormuz selama 60 hari dalam Periode Gencatan Senjata, dan TIDAK akan ada TARIF setelah periode 60 hari itu berakhir, kecuali pungutan tersebut diberlakukan oleh dan untuk Amerika Serikat, apabila kesepakatan tidak tuntas, atas jasa yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara di Timur Tengah untuk tujuan penggantian biaya di masa lalu, saat ini, dan masa depan," tulis Trump.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, pada Sabtu mengumumkan penutupan Selat Hormuz, dengan alasan pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian yang baru ditandatangani serta pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon selatan, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Mehr.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel sebut akan segera akhiri perang intensif seiring kekerasan meningkat di Tepi Barat
Indonesia
•
16 Jan 2024

Feature – Di perbatasan selatan Lebanon, Ramadan terasa muram di tengah rapuhnya gencatan senjata dan tekanan ekonomi
Indonesia
•
20 Feb 2026

Ekonomi Rusia akan kontraksi 20 persen di kuartal II karena sanksi
Indonesia
•
28 Feb 2022

Jelang Piala Dunia 2026, Singapura perketat penindakan judi ilegal
Indonesia
•
09 Jun 2026


Berita Terbaru

Presiden Iran akui sangat sulit berkomunikasi dengan pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah perang
Indonesia
•
06 Aug 2026

Agresi Israel kian menggerus kehidupan Gaza, PBB sebut operasi militer perparah pengungsian
Indonesia
•
06 Aug 2026

Nasib 350.000 warga Haiti di AS terancam, putusan hakim buka jalan bagi deportasi
Indonesia
•
06 Aug 2026

Netanyahu bersikeras pertahankan pasukan di Gaza, tolak draf kesepakatan Trump
Indonesia
•
05 Aug 2026
