Agresi Israel kian menggerus kehidupan Gaza, PBB sebut operasi militer perparah pengungsian

Warga Palestina memeriksa reruntuhan setelah serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di Gaza City pada 2 Agustus 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Operasi militer Israel di Jalur Gaza mengganggu kehidupan warga sipil, merusak tempat penampungan, serta meningkatkan pengungsian, ujar badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (5/8).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pasokan kayu, tali, lebih banyak lampu bertenaga surya, dan peralatan harus diizinkan masuk ke Jalur Gaza secara tepat waktu untuk meningkatkan penyaluran bantuan dan membenahi tempat penampungan darurat lebih lanjut, mengingat operasi militer tersebut membatasi akses ke layanan penyelamat jiwa.

Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Ramiz Alakbarov, yang juga menjabat sebagai koordinator kemanusiaan untuk wilayah Palestina yang diduduki, pada Selasa (4/8) menyuarakan keprihatinannya atas serangan udara Israel baru-baru ini di Gaza, yang dilaporkan mengakibatkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada pasokan medis yang sangat penting dan infrastruktur sipil.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Alakbarov menegaskan kembali bahwa fasilitas sipil dan kemanusiaan harus dilindungi, serta operasi kemanusiaan wajib difasilitasi sesuai dengan hukum internasional.

OCHA menuturkan bahwa PBB beserta para mitranya terus memberikan respons kapan pun dan di mana pun kondisi memungkinkan.

Pekan lalu, tim kemanusiaan telah membenahi hampir 3.000 tempat penampungan darurat di Gaza City, serta mendistribusikan bantuan tempat penampungan darurat dan barang-barang esensial kepada 9.000 rumah tangga, termasuk peralatan dapur, terpal, selimut, kasur, lampu bertenaga surya, dan pakaian.

Kantor itu memaparkan bahwa para mitranya yang bergerak di sektor pendidikan terus memberikan dukungan. Lebih dari 250.000 anak usia prasekolah dan sekolah mengikuti program pembelajaran musim panas yang memberikan rasa rutinitas dan stabilitas, serta membantu para siswa mengejar ketertinggalan belajar akibat perang.

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) telah mengirimkan lebih dari 600 palet perlengkapan rekreasi, tas sekolah, dan sabun ke Gaza pada Selasa, ungkap OCHA. Pasokan tersebut akan didistribusikan menjelang tahun ajaran baru, yang diperkirakan akan dimulai sekitar dua pekan mendatang.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait