
Uni Eropa buka investigasi terhadap tiga raksasa teknologi Amerika

Bendera Uni Eropa terlihat di tengah hujan salju di Brussel, Belgia, pada 17 Januari 2024. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Investigasi ketidakpatuhan terhadap tiga raksasa teknologi Amerika, yaitu Alphabet, Apple, dan Meta, dibuka oleh Komisi Eropa, di bawah Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) Uni Eropa (UE).
Brussel, Belgia (Xinhua) – Komisi Eropa pada Senin (25/3) mengungkapkan bahwa pihaknya membuka investigasi ketidakpatuhan terhadap tiga raksasa teknologi Amerika, yaitu Alphabet, Apple, dan Meta.Penyelidikan yang dilakukan di bawah Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) Uni Eropa (UE) ini berfokus pada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut."Hari ini, kami membuka investigasi pertama di bawah DMA. Kami curiga bahwa Alphabet, Apple, dan Meta tidak memenuhi kewajiban mereka," ujar Margrethe Vestager, wakil presiden eksekutif Komisi Eropa yang bertanggung jawab atas kebijakan persaingan usaha.Ketiga raksasa teknologi ini termasuk di antara apa yang disebut sebagai ‘gatekeeper’, yakni sekelompok perusahaan yang menyediakan 22 layanan platform inti. Sebutan itu disematkan pada September 2023 dan mereka memiliki waktu enam bulan untuk mematuhi DMA.Alphabet, perusahaan induk Google, sedang dalam pengawasan atas dugaan pelanggaran terkait praktik mengarahkan (steering practice) di toko aplikasi Google Play dan preferensi mandiri (self-preferencing) di Google Search. Selain itu, kebijakan Apple mengenai praktik mengarahkan di dalam App Store dan penerapan layar pilihan (choice screen) untuk peramban Safari juga sedang dalam investigasi.Desain layar pilihan peramban dapat menghalangi para pengguna untuk secara bebas memilih layanan di dalam ekosistem Apple, kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.Fitur ‘pay or consent model’ milik Meta yang menawarkan pilihan biner terkait persetujuan pengguna, juga sedang diperiksa. Komisi Eropa curiga bahwa model ini tidak memiliki alternatif nyata bagi para pengguna yang tidak setuju, sehingga berpotensi membuat "gatekeeper" dapat mengumpulkan data pribadi.
Seorang wanita berbicara melalui iPhone di gedung Berlaymont, markas besar Komisi Eropa, di Brussel, Belgia, pada 4 Maret 2024. (Xinhua/Meng Dingbo)
Foto yang diabadikan pada 15 November 2023 ini menunjukkan sebagian gedung Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Investigasi Komisi Eropa terhadap kendaraan listrik China bentuk tindakan proteksionisme
Indonesia
•
09 Dec 2023

Fokus Berita – Norwegia, Irlandia, dan Spanyol akui secara resmi Negara Palestina
Indonesia
•
23 May 2024

Uranium yang diperkaya Iran tak mungkin ditransfer ke AS
Indonesia
•
18 Apr 2026

Eskalasi terus berlanjut di perbatasan Lebanon-Israel
Indonesia
•
28 Dec 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
