
Israel langgar terus gencatan senjata di Gaza, Mesir desak pasukan internasional pantau

Warga Palestina memeriksa kerusakan usai serangan udara Israel di Gaza City pada 31 Januari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pasukan stabilisasi internasional diharapkan dapat memantau gencatan senjata di Jalur Gaza, saat ketegangan regional semakin meningkat.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty pada Ahad (8/2) menyerukan pengerahan segera pasukan stabilisasi internasional untuk memantau gencatan senjata di Jalur Gaza.
Abdelatty menyampaikan seruan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menlu Yunani George Gerapetritis saat kedua diplomat itu membahas ketegangan regional yang semakin meningkat, ungkap Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan.
Abdelatty menekankan kebutuhan mendesak untuk memajukan rencana perdamaian fase kedua yang diusulkan Amerika Serikat (AS), termasuk pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force) ke Gaza, yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November tahun lalu.
Menlu Mesir itu menegaskan kembali dukungan Mesir terhadap Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, sebuah badan teknokratik Palestina yang baru dibentuk, dengan menggambarkannya sebagai badan transisi penting untuk menangani kebutuhan administratif dan kemanusiaan sehari-hari.
Komite tersebut, yang dibentuk pada pertengahan Januari, bertujuan untuk membuka jalan bagi kembalinya Otoritas Palestina secara penuh guna menjalankan tata kelola di Jalur Gaza, tegas Abdelatty.
Sang menlu juga menekankan pentingnya memastikan aliran bantuan kemanusiaan yang kontinu ke Gaza serta meletakkan dasar untuk pemulihan dan rekonstruksi awal.
Gencatan senjata saat ini, yang berlaku sejak 10 Oktober, awalnya berfokus pada pertukaran tahanan dan penyaluran bantuan. Fase berikutnya yang diusulkan mencakup penarikan militer Israel secara penuh, pelucutan senjata Hamas, serta dimulainya rekonstruksi di bawah pemerintahan transisi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jerman akan gelar pemilu dini pada Februari 2025
Indonesia
•
15 Nov 2024

AS-China sepakat bentuk kelompok kerja tingkatkan aksi iklim
Indonesia
•
14 Nov 2021

Perwakilan tetap China untuk PBB desak penerapan hukum humaniter internasional yang universal dan konsisten
Indonesia
•
30 Oct 2024

Hamas kecam pelibatan Netanyahu dalam "Dewan Perdamaian" pimpinan AS untuk Gaza
Indonesia
•
23 Jan 2026


Berita Terbaru

Opini – Jepang tanggalkan citra "kebijakan yang secara eksklusif berorientasi pada pertahanan"
Indonesia
•
03 Apr 2026

Trump ancam hentikan pasokan senjata bagi Ukraina kecuali Eropa bergabung dengan koalisi Hormuz
Indonesia
•
03 Apr 2026

Sekjen Organisasi Maritim Internasional sebut upaya militer semata tidak bisa selesaikan krisis Hormuz
Indonesia
•
03 Apr 2026

Fokus Berita – PBB sebut krisis kemanusiaan memburuk di Lebanon, Gaza, dan Tepi Barat seiring berlanjutnya konflik Timur Tengah
Indonesia
•
03 Apr 2026
